Bupati Bireuen Sepakat Usulkan Kolonel Husein Yusuf Sebagai Pahlawan Nasional

Bupati Bireuen Sepakat Usulkan Kolonel Husein Yusuf Sebagai Pahlawan Nasional
Bupati Bireuen Saifannur berziarah ke makam Kol Husein Yusuf pada 17 Agustus 2018 lalu | Foto: Rahmat Hidayat

KBA.ONE, Bireuen - Bupati Bireuen Saifannur sepakat dengan usulan mengangkat mantan Panglima Divisi X Komandemen Sumatera, Langkat dan Tanah Karo, Kolonel Husein Yusuf menjadi pahlawan nasional. "Kita akan memberikan spirit tentang riwayat perjuangan beliau kepada Forkopimda Aceh, bahwa Kolonel Husein Yusuf seorang pejuang yang luar biasa. Mudah-mudahan diberikan gelar pahlawan oleh pemerintah," ujar Saifannur, Kamis, 24 Januari 2019.

Kini, makam Kolonel Husein Yusuf dan istrinya Letnan Dua Ummi Salmah di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Jeumpa, telah direnovasi. Keduanya inisiator berdirinya radio darurat Radio Rimba Raya pada Juli 1947. Lewat radio itulah, disiarkan pesan–pesan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Saat itu Yogyakarta menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia telah dikuasai Belanda. Wikipedia menyebutkan, radio berdaya pancar satu kilowatt ini bekerja pada frekuensi 19,25 dan 61 meter. Siarannya dimulai sejak agresi Belanda pertama hingga Konferensi Meja Bundar berakhir dan Belanda ditarik dari Indonesia.

Radio tersebut memiliki panggilan sinyal: “Suara Radio Republik Indonesia”, “Suara Indonesia Merdeka”, “Radio Rimba Raya”, “Radio Divisi X”, “Radio Republik Indonesia”. Tentara Republik Indonesia Divisi X/Aceh pimpinan Kolonel Husein Yusuf menyiarkan radio tersebut dari studio darurat di Kecamatan Pintu Rime, sekarang menjadi wilayah bagian Kabupaten Bener Meriah.

Saifannur menilai keberadaan Radio Rimba Raya tidak bisa dipisahkan dari perjuangan dulu. "Media juga saya harapkan dapat berperan mengangkat sejarah ini, supaya diketahui masyarakat di Aceh dan luar daerah."

Usulan LVRI Bireuen | Rahmat

Selaras dengan ucapan Saifannur, Pemerintah Bireuen juga melengkapi data yang dibutuhkan sebagai dasar kuat dalam pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Husein Yusuf. Ketua LVRI Bireuen Ar Djoeli kepada KBA.ONE, Jumat pagi, 25 Januari 2019, mengatakan lembaganya telah menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan telah diserahkan ke Pemerintah Bireuen pada pekan lalu.

Adapun syarat yang ditentukan pemerintah berupa data riwayat hidup, perjuangan kemiliteran, dan tanda jasa yang diperoleh. Husein Yusuf mendapatkan tanda jasa pahlawan dari Presiden Sukarno. Pada 1960 ia diperbantukan sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat atas jasa-jasa kepada negara menjalankan tugas dalam angkatan perang. | Rahmat Hidayat

Komentar

Loading...