Bupati dan Unsur Forkopimda Aceh Jaya Batal Divaksin Covid-19 Tahap Pertama

Bupati dan Unsur Forkopimda Aceh Jaya Batal Divaksin Covid-19 Tahap Pertama
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Aceh Jaya. | Foto: KBA.ONE, Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya – Bupati Aceh Jaya, Teuku Irfan TB menjadi orang pertama yang ditunda untuk melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Aceh Jaya, Rabu 10 Februari 2021, lantaran memiliki riwayat penyakit lambung, sesuai hasil screening.

Selain Irfan, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan, juga ditunda karena memiliki riwayat hirpetensi, serta Sekretaris Daerah. "Mudah-mudahan di tahap selanjutnya kita bisa mengikuti penyuntikan vaksin itu,” ungkap Teuku Irfan TB.

Usai kegiatan, Bupati Irfan mengatakan penyuntikan perdana vaksin Covid-19 buatan Sinovac di Kabupaten Aceh Jaya diberikan kepada 60 orang, yakni sepuluh orang dari unsur Forkopimda, 50 lainnya tenaga kesehatan (nakes).

Bupati Aceh Jaya berharap semuanya dapat menjalani penyuntikan vaksin Covid-19, baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Harian Lepas (THL) guna menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi Covid-19.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, Cut Dewi Hastati, menyampaikan pencanangan vaksinisasi di hari pertama, tiga orang dari unsur Forkopimda ditunda vaksinasi disebabkan memiliki riwayat penyakit, ungkapnya.

"Sesuai hasil pemerikasaan, sebelum vaksinasi dilakukan, kesehatan pak Dandim dan pak Kajari baik dan berhasil menjalani penyuntikan Vaksin Sinovac tahap pertama,” sebutnya.

Ia mengungkapkan pemeriksaan dari bupati, kapolres dan Sekda, ditunda dulu karena memiliki riwayat penyakit. Untuk bupati memiliki riwayat lambung sudah menahun. Sedangkan pak kapolres, ada hipertensi. "Tekanan darahnya mencapai 220. Itu tidak boleh disuntik vaksin," sebutnya.

Sementara, bagi nakes dinyatakan sehat usai menjalani screening, diwajibkan menerima vaksinisasi. "Karena, tenaga kesehatan tersebut merupakan orang selalu berhadapan dengan masyarakat. Sedangkan bagi nakes tidak boleh menerima vaksin, ialah orang memiliki riwayat penyakit tetap,” jelasnya.

Akan tetapi, kalau penyakit itu baru muncul harus diobati terlebih dahulu. "Sedangkan bagi nakes riwayat penyakitnya sudah menahun, dia mengatakan untuk ditunda dulu."

Sebelumnya, Cut menjelaskan bahwa pihak Dinkes Kabupaten Aceh Jaya telah mendistribusikan vaksin Sinovac keseluruh puskesmas kabupaten.

"Mulai besok, untuk tenaga kesehatan setiap puskesmas akan dilakukan vaksinisasi. Pihaknya, akan turut memantau proses itu di setiap puskesmas," katanya.

Selain itu, dia menyebutkan sudah mewacanakan penyuntikan vaksin bagi pelayan publik maupun ASN/Pegawai Negeri Sipil.

Informasi diterima KBA.ONE, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya menargetkan penyuntikan vaksin selesai 15 Februari 2021, hingga mencapai jumlah 70 persen dari jumlah 1.075 orang.***

Komentar

Loading...