Bupati dan Wabup Aceh Tengah Akan Didamaikan Secara Adat

Bupati dan Wabup Aceh Tengah Akan Didamaikan Secara Adat
Ketua MPU Aceh Tengah Tgk.M Isa Umar bersalaman dengan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus berharap perdamaian akan dilakukan sebelum Idul Fitri. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Arwin Mega memanggil Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah untuk mencari solusi serta menginisiasi perdamaian antara bupati Shabela Abubakar dan wakil bupati (wabup) Firdaus.

"Mendamaikan sudara yang sedang berseteru adalah perintah agama, ini kewajiban kami dengan majelis adat dan MPU, untuk itu kami panggil untuk membicarakan perdamaian (Islah-red)," kata Arwin Mega, Sabtu 16 Mei 2020, diruang kerjanya.

Ia pribadi sebagai wakil rakyat sangat menginginkan perdamaian kedua belah pihak, terlebih saat ini situasi sedang dalam bulan suci Ramadhan.

"Sebelum Idul Fitri mudah-mudahan sudah berdamai dan nanti akan disaksikan langsung oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah," jelas Mantan Ketua DPC PDI perjuangan Aceh Tengah itu.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Tengah Tgk. M Isa Umar mengatakansiap mendamaikan Shabela dan Firdaus, rencana itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Kita terus berupaya untuk mendamaikan keduanya, tidak perlu diproses secara hukum, apalagi pak bupati dan pak wabup bersedia berdamai," terang M. Isa.

Begitupun Majelis Adat Gayo (MAG) Aceh Tengah, pihaknya siap mendamaikan kedua belah pihak dengan prosesi adat Gayo. "Sebagai bupati kita gelar Munik ni Reje, jika terbentur dalam pemerintahan kita akan selesaikan juga secara adat," kata Wakil Ketua 2 MAG, M.Thaib KB.

Menurutnya, perdamaian itu akan dituntaskan sebelum idul Fitri tiba. "Kasus ini harus selesai di hari ke 27 Ramadhan, ketika masuk Idul Fitri, kita semua dalam keadaan suci," jelas M.Thaib, sembari menuturkan wabup Firdaus siap untuk berdamai. | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...