Bupati Tamiang: Permasalahan RSUD Ada Pada Manajemen

Oleh ,
Bupati Tamiang: Permasalahan RSUD Ada Pada Manajemen
Pembahasan RSUD Tamiang

MALAM itu sekitar pukul 22.00 WIB tepatnya Kamis lalu, Direktur, para dokter dan tenaga medis serta para Kepala Bagian Medik RSUD Aceh Tamiang berbondong-bondong masuk dalam ruangan aula bupati setempat. Kedatangan mereka dalam rangka dialog yang dilakukan bupati dengan pihak RSUD.

Segudang persoalan yang dialami RSUD mulai terkuak dengan deretan ungkapan para dokter dan tenaga medis serta kepala bagian medik yang menyampaikan ‘ungkapan hati’ secara gamblang kepada Bupati Aceh Tamiang H. Mursil dan Wakil Bupati H.T.Insyafuddin serta didampingi Seketaris Daerah, Ir.Razuardi, Asisten Adminitrasi Umum, Rianto Waris, Kabag Pemerintahan, Sepriyanto, Direktur RSUD Tamiang, dr. Mustaqim.

Dalam pertemuan tersebut para dokter dan tenaga medis begitu bersemangat menyampaikan dan memaparkan berbagai kendala dan permasalahan dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Setelah mendengarkan sejumlah keluhan dari para dokter dan tenaga medis, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, secara tegas mengatakan persoalan yang dihadapi RSUD dapat disimpulkan berada pada manajemen rumah sakit.

”Ini hanya persoalan manajemen, tidak perlu lagi dibahas soal obat, toilet kotor, ruangan tidak bersih, dan sebagainya. Yang harus diperbaiki adalah manajemennya, kalau manajemen baik pasti semuanya akan berjalan dengan benar,” tegas Mursil.

Mursil menegaskan persoalan sekarang ini pemerintah harus fokus terhadap tingginya angka kemiskinan yang ada di Aceh Tamiang. Sehingga persoalan ini berdampak pada susahnya masyarakat dalam mendapat pengobatan yang baik dan layak. Konflik di tubuh rumah sakit ini harus bisa segera terselesaikan.

Bupati menyatakan akan segera mengambil kesimpulan dalam waktu dekat terhadap perbaikan manajemen rumah sakit.”Konflik ini harus bisa selesai, ya, dan diberikan waktu beberapa saat ke depan, kira-kira satu bulan,” perintah Bupati Mursil kepada Direktur RSUD dr. Mustaqim.

Bupati Aceh Tamiang H. Mursil (ketiga dari kiri), Wakil Bupati H.T.Insyafuddin (kedua dari kiri) dan Seketaris Daerah, Ir. Razuardi (paling kiri) pada pembahasan RSUD Aceh Tamiang.

Bupati Mursil juga menegaskan akan mengambil sikap cepat dengan melakukan salat istiqarah, guna memohon petunjuk untuk mendapatkan kesimpulan yang terbaik. ”Jadi kita tidak boleh mengambil kesimpulan yang gegabah, hasilnya tidak baik. Kita laksanakan salat istiqarah ya pak Wabup," ajak Mursil kepada wakilnya.

Sementara itu, Julia, salah seorang dokter mengatakan ada 4 point permasalahan yang harus dibenahi dan dianggap prioritas guna meningkatkan pelayanan medis di rumah sakit. Di antaranya masih rendahnya SDM sehingga kurangnya kualitas. “Tapi bukan berarti berlepas tangan. Beri kami pelatihan dan mohon untuk dianggarkan biayanya,” pinta Julia yang diaminkan Wabup T.Insyafuddin.

Julia memaparkan saat ini tenaga perawat terus bertambah, namun kualitas tenaganya tidak sehingga suit untuk mencapai peningkatan dan perkembangan setiap tahunnya.”Ya, perawatnya juga harus diasah agar bertambah ilmu dan kemampuannya dalam mengatasi pasien,” terang Julia.

Kedua, para dokter dan tenaga medis juga butuh rumah dinas, karena tugasnya 24 jam. "Maaf Pak Bupati dan Wabup, selama ini kami gunakan ruang ICCU untuk beristrahat."

Ketiga yakni penguatan terhadap Komite Medik sebagai sarana penyelesaian segala persoalan medik.”Komite Medik suatu wadah yang juga harus dihargai,” kata julia.

Dan yang terkahir kata Julia berhubungan akreditasi rumah sakit, selama ini telah dilakukan dan diupayakan untuk bekerja sesuai stadard, kendati begitu belum dapat sesuai dengan SOP.” Alat-alat medis harus dipenuhi dan tersedianya dasar seperti pelayanan UGD dan ICU belum juga memadai,” imbuhnya. (ADV)

Komentar

Loading...