Cagar Budaya Aceh Harus Segera Diselamatkan

Cagar Budaya Aceh Harus Segera Diselamatkan
Ledia Hanifa saat melakukan kunjungan ke Aceh. | Foto: ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa, meminta agar pemerintah Aceh menyelamatkan cagar budaya yang ada di Aceh.

"Seperti, situs sejarah makam sultan Jamalulail yang ada di sebelah selatan masjid Raya Baiturrahman, komplek makamnya para Sultan itu rusak parah, ini darurat, harus segera diselamatkan," kata Ledia, Minggu 1 Maret 2020.

Ledia, bersama anggota dewan dari Komisi X yang melakukan kunjungan ke Aceh sejak 27 Februari 2020, juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa situs cagar budaya di Aceh.

Menurutnya, Aceh kaya dengan cagar budaya dan sejarah Agung Aceh tampak dari benda cagar budayanya. "Secara psikologi, Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) Aceh adalah pejuang dan ulama. Sejak dulu Aceh menginspirasi Indonesia bahkan dunia," kata Ledia.

Kemudian, ia menyayangkan, kekayaan cagar budaya Aceh di beberapa tempat kurang mendapat perhatian yang layak. Padahal Undang-Undang memerintahkan pemerintah daerah, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyediakan anggaran cadangan bila sewaktu-waktu ditemukan benda cagar budaya baru.

"Jika kita kehilangan sejarah, maka kita juga kehilangan masa depan," tutur Ledia.

Ia juga mengeluhkan, Aceh kaya dengan peninggalan sejarah dan budaya yang menunjukkan cikal bakal kebesaran bangsa Indonesia. Namun, perhatian pemerintah terhadap hal itu sangat kurang.

"Kekayaan negara itu tidak boleh disia-siakan, sudah waktunya pemerintah lebih serius menjaganya," ujar Ledia

Sementara itu, Ledia sangat mengapresiasi perjuangan teman-teman di Aceh dari beberapa komunitas pecinta sejarah, dan ada beberapa pecinta sejarah yang berjuang mendapatkan dan melindungi manuskrip sejarah Aceh.

"Pemerintah jangan membiarkan mereka sendirian, untuk pemerintah daerah buatlah kebijakan penting dan utama terhadap perlindungan situs cagar budaya ini," imbuh Ledia. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...