Cara Hukum Menjaga Adat

Cara Hukum Menjaga Adat
Para penulis buku di Fakultas Hukum Unsyiah. Foto: KBA/Fauji

"Hukum adat di kebanyakan negara dunia melintasi era gersang dan sering kali dilupakan."

KBA.ONE, Banda Aceh - Teuku Muttaqin Mansur berbisik sebentar kepada Edi Fadhil. “Saya hanya diberikan waktu 5-7 menit.” kata Edi mengungkapkan kata-kata yang dibisikkan oleh Muttaqin sebelum Edi naik ke podium dan memberikan sambutan pada peluncuran enam buku buah karya akademisi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Selasa, 5 September 2017.

Edi adalah jebolan Fakultas Hukum Unsyiah yang saat ini aktif di bidang sosial. Lewat jejaring sosial facebook, dia menggagas program Cet Langet. Kegiatan ini mengumpulkan donasi dan menyalurkan kepada keluarga tidak mampu di Aceh.

Selain mengungkapkan pengalamannya di Cet Langet, Edi juga mengampanyekan kepada para tamu dalam acara peluncuran buku itu untuk membeli buku Hukum Adat; Perkembangan dan Pembaruannya di Indonesia, yang ditulis oleh Muttaqin.

“Semakin banyak membeli buku Hukum Adat, akan semakin panjang meter dinding sekolah yang akan dibangun,” kata Edi.

Dekan Fakultas Hukum Profesor Ilyas Ismail mengaku terkesan dengan peluncuran buku-buku ini. Dia mengatakan alumni fakultas itu harus memberikan manfaat bagi banyak orang. Satu di antaranya adalah lewat buku. Karena itu, dia mengajak seluruh alumni untuk berkontribusi membangun bangsa.

Ilyas juga berpesan kepada penulis di kampus itu untuk terus memperbaiki kualitas buku dan memperbanyak kuantitas tulisan. “Insya Allah dalam waktu dekat, ada lima buku yang akan diluncurkan oleh fakultas hukum,” kata Ilyas.

Menurut Muttaqin, ide membuat buku berawal dari disertasi sebagai puncak perjalanan pendidikan strata-2 di Fakultas Undang-Undang, Universiti Kebangsaan Malaysia. Dan selesai atas dorongan rekan-rekannya di fakultas hukum: Sulaiman Tripa, Adli Abdullah, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad dan Mukhlisuddin Ilyas.

“Saya akan selalu berterima kasih kepada orang-orang memberikan dorongan dan mengajarkan saya untuk menghadirkan buku ini,” kata penulis buku setebal 255 halaman ini.

Profesor Faridah Jalil dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dalam Pengantar buku itu, mengatakan karya ini sangat penting dan merupakan sumbangan besar kepada Provinsi Aceh dan perundang-undangan yang unik. "Hukum adat di kebanyakan negara dunia, termasuk Malaysia, telah melalui era gersang dan sering kali dilupakan."

Selain Adat Aceh, buku yang diluncurkan adalah tulisan Sulaiman Tripa: Rekonstruksi Hukum Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Sisi Ulayat Laut yang ditulis keroyokan oleh Sulaiman Tripa, Syamsul Bahri, dan M Adli Adbdullah. Hukum Perdata Indonesia dalam Perkembangannya karya Kadriah, Susiana dan Indra Kesuma Hadi. Karya Ilyas, Ishak, dan Yunita: Hukum Asuransi Indonesia. Dan Ilmu Perundang-undangan karya Mohd Daud Yoesoef, M Zuhri, dan Andri Kurniawan.

Komentar

Loading...