Cek Fakta Pernyataan Sunda Empire soal PBB hingga TNI Dibiayai Bank Dunia

Cek Fakta Pernyataan Sunda Empire soal PBB hingga TNI Dibiayai Bank Dunia
Rangga Sasana alias Edi Raharjo. | Dok. Kumparan.

KBA.ONE, Jakarta--Kemunculan Sunda Empire yang mengklaim sebuah kekaisaran matahari masih menjadi perbincangan publik. Sama halnya dengan Keraton Agung Sejagat yang juga tidak kalah hebohnya, Sunda Empire juga memiliki misi menyelamatkan dunia.

Untuk menjelaskan lebih lanjut kepada publik, beberapa waktu lalu, salah satu petinggi Sunda Empire pun diundang dalam acara Indonesia Lawyers Club yang dipandu Karni Ilyas.

Adalah Rangga Sasana alias Edi Raharjo, yang mengklaim dirinya sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire. Bahkan, penjelasannya sempat membuat beberapa tokoh budayawan dan sejarawan dibuat melongo. Namun, ada beberapa pernyataannya yang perlu dicek kembali kebenarannya.

Beberapa hal itu terkait soal PBB yang lahir di Bandung, TNI dibiayai Bank Dunia, hingga pemimpin Vatikan.

PBB Lahir di Bandung
Rangga Sasana yang mengklaim dirinya sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire menyebut bahwa PBB dan Pentagon lahir di Bandung. Seperti diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir atas kebutuhan menengahi konflik yang terjadi.

Perang Dunia II membuat Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet merumuskan Deklarasi PBB pada Januari 1942. Deklarasi yang ditandatangani 26 negara itu bertujuan untuk menekan Jerman, Italia, dan Jepang yang menjadi pelaku perang.

Deklarasi tersebut berlanjut dengan perumusan Piagam PBB yang diselenggarakan pada 25 April 1945 melalui konferensi di San Fransisko. Konferensi ini dihadiri 50 negara dari berbagai benua.

Piagam tersebut kemudian ditandatangani pada 26 Juni 1945 dan siapa untuk ditegakkan. Akhirnya, PBB pun resmi didirikan pada 24 Oktober 1945. Organisasi ini diresmikan dalam upacara singkat di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington.

TNI Dibiayai Bank Dunia
Rangga Sasana juga menyebut bahwa TNI bukan dibayar dari uang rakyat atau dari anggaran negara, melainkan dibiayai oleh bank dunia. Namun, pada kenyataannya gaji dan tunjangan TNI berikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bahkan, alokasi anggaran untuk Kementerian Pertahanan menjadi yang terbesar untuk tahun ini. Pemberian anggaran yang besar tersebut dalam rangka penyesuaian anggaran belanja pegawai pada tahun sebelumnya, termasuk di dalamnya yaitu kenaikan gaji dan tunjangan TNI.

Aturan Mencetak Mata Uang Berdasar Luas Suatu Negara
Rangga Sasana mengungkapkan bahwa setiap negara tidak bisa mencetak mata uang sembarangan. Menurutnya, aturan mencetak uang didasarkan pada luas suatu negara, di mana setiap satu kilometer persegi dihitung sesuai nilai konversi dua ton emas.

Namun, dalam sistematikanya, khususnya di Indonesia terkait peredaran dan jumlah uang yang perlu dicetak diatur oleh Bank Indonesia. Penghitungan jumlah uang yang harus dicetak pun harus sesuai dengan perundang-undangan.

Sementara itu, yang bertugas mencetak mata uang rupiah yaitu Peruri. Hal itu tertera dan dijelaskan dalam UU nomor 7 tentang mata uang, serta dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 32 tahun 2006.

Paus Yohanes Paulus Masih Pimpin Vatikan
Presiden Komisi Kepausan dan Presiden Kegubernuran Negara Kota Vatikan saat ini dijabat Giuseppe Bertello. Ia ditunjuk menjadi menjadi presiden pada 1 Oktober 2011.

Namun, pria yang kini berusia 77 tahun itu sudah ditahbiskan menjadi imam pada 29 Juni 1966 oleh Uskup Albino Mensa. Sementara itu, Paus Yohanes Paulus II telah meninggal pada 2 April 2005 di umur 84 tahun. *** 

Komentar

Loading...