Cina Blokir Whatsapp

Cina Blokir Whatsapp
Ilustrasi. Foto: EJ Insight

Penduduk dan pengunjung Republik Rakyat Cina tak lagi dapat menggunakan aplikasi asal negeri lain di negeri Tirai Bambu itu.

KBA.ONE, Jakarta - Pendekatan Mark Zuckerberg, bos Facebook, kepada Pemerintah Cina gagal total. Selama ini, Mark sibuk berkunjung ke Negeri Tirai Bambu untuk bertemu dengan para pimpinan negeri itu. Dia juga dilaporkan belajar Bahasa Mandarin. Namun itu tak cukup untuk mengurungkan niat Cina memblokir layanan berkirim pesan Whatsapp di negara itu.

Upaya ini dilakukan Mark setelah Cina memblokir pengiriman foto dan video lewat layanan tersebut. Hingga kemarin, pengguna Whatsapp, aplikasi yang diakuisis oleh Facebook, masih bisa bermasih gambar dan video. Tapi pada akhirnya, Cina tetap memblokir seluruh layanan WhatsApp.

Saat ini dilaporkan, seluruhan layanan WhatsApp di Cina tidak berfungsi. Bahkan pesan teks tak bisa terkirim. Menurut Nadim Kobeissi, kryptographer di firma riset Symbolic Software, cara Cina memblokir layanan ini dengan mengganggu fungsi layanan. Ini sebuah langkah yang jarang dilakukan Cina.

“Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah Cina dalam menyensor sesuatu,” ujar Kobeissi, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa, 26 September 2017.

Dia menambahkan, monitor trafik internet di Symbolic Software sudah mendeteksi gangguan WhatsApp di Cina sejak Rabu pekan lalu, namun baru Senin kemarin pemblokiran diterapkan sepenuhnya. Lokman Tsui, seorang pakar komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, turut mengatakan bahwa layanan WhatsApp mengalami gangguan parah Ahad Minggu pekan.

“Kalau Anda cuma dibolehkan melaju dengan kecepatan 1 mil per jam di sebuah jalan, Anda tentu tidak mau melewati jalan itu meskipun sebenarnya tidak diblokir secara teknis,” ujar Tsui beranalogi.

Pemblokiran WhatsApp di Cina terjadi menjelang persiapan Beijing menyambut kongres Partai Komunis yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang. Di perhelatan besar yang diadakan saban lima tahun ini, Partai Komunis akan memilih jajaran pimpinannya.

Pemblokiran WhatsApp berarti bahwa warga Cina dan pengunjung harus menggunakan layanan alternatif seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di China yang memiliki 963 juta pengguna aktif. WhatsApp adalah produk terakhir Facebook yang masih dibolehkan di Cina. Sebelumnya, aplikasi utama Facebook diblokir sejak 2009. Instagram juga tidak bisa diakses di Negeri Panda.

Komentar

Loading...