COVID-19 Ikut Bikin Sepi Bisnis Online Shop di Aceh Utara  

COVID-19 Ikut Bikin Sepi Bisnis Online Shop di Aceh Utara  
Ilustrasi |Foto: Ist

KBA.ONE, Lhokseumawe - Pandemi Corona Virus Disease - 2019 (Covid-19) tak cuma mengancam jiwa manusia. Tapi, virus mematikan itu juga berimbas pada kelangsungan usaha kecil, mikro, menengah, bahkan usaha-usaha berskala besar.

Di Aceh Utara, misalnya. Banyak toko dan kedai yang kini lengang karena selain orang takut keluar berbelanja di kerumunan, daya beli masyarakat juga melemah. Sehingga kondisi ini membuat usaha online shop juga terdampak sepi pembeli.

Bahkan, omzet pedagang online shop menurun drastis. Sehingga imbas wabah corona ini menjadi tantangan bagi para pemilik bisnis agar tetap bertahan di tengah krisis.

"Sebelum corona, penghasilan bersih bisa sekitar Rp2 juta per bulan, tapi sekarang menurun drastis hanya Rp1 juta per bulan," cerita Ida Mawarni, seorang pedagang online shop di Aceh Utara.

Di toko online shop nya, Ida sehari-hari berjualan tas, jam tangan, baju, alat kosmetik, kacamata dan lainnya. Tapi belakangan, harga jual barang pun ikut bergerak naik karena stok sering kosong di suplier Jakarta

Bahkan di Jakarta saat ini, kata Ida Mawarni, banyak perusahaan grosir dan ritail pada tutup. "Banyak yang tidak memproduksi barang lagi," kata Ida Mawarni, kepada KBA.ONE, Minggu 19 April 2020.

Menurut Ida, kini harga jual barang serba mahal dan naik. Misalnya tas yang sebelumnya hanya Rp110 ribu, naik menjadi Rp 150 ribu. Begitu juga harga barang lainnya. Sementara, minat beli konsumen menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir sejak wabah corona.

"Namun, sejak memasuki April ini kondisinya sudah mulai sedikit membaik walaupun belum normal seperti biasa," kata Ida optimis.

Ida belum melihat tanda-tanda daya beli masyarakat meningkat menjelang bulan suci Ramadan. "Kondisinya berbeda jauh dengan puasa Ramadan tahun lalu," tutur Ida.

Tapi, meski kondisi belum stabil, Ida tetap harus menambah stok barang karena jika sudah memasuki pertengahan puasa, biasanya banyak barang kosong dari suplier.

Walaupun kondisi bisnis lesu dan melemah, Ida tetap berupaya
mempromosikan barang-barang jualannya di media sosial. "Harganya kita buat tetap terjangkau agar usaha ini bisa terus berjalan lancar," ungkap Ida Mawarni. | FAZIL, Kontributor Lhokseumawe

Komentar

Loading...