Cuek Social Distancing, Warga Lebih Semangat Beli Daging Sambut Idul Fitri

Oleh ,
Cuek Social Distancing, Warga Lebih Semangat Beli Daging Sambut Idul Fitri
Suasana di di Pasar Terpadu Pante Teungoh, Kota Sigli, Pidie. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Warga Pidie tampaknya mengabaikan atau cuek terhadap social distancing di tengah pandemi Covid-19. Warga lebih bersemangat membeli daging meugang meski harganya Rp170 ribu per kilogram berlaku hampir di seluruh wilayah Pidie, Aceh, pada Jumat 22 Mai 2020.

Pantauan KBA.ONE, di Pasar Terpadu Pante Teungoh, Kota Sigli, semenjak pagi hingga menjelang salat Jumat, warga Pidie dari berbagai penjuru membludak menyesaki area pasar seluas kurang lebih 4 hektare. Tak ada aturan jaga jarak di sana. Bahkan di area penjual daging justru warga saling berdesakan. Begitu juga di pasar ayam dan pasar ikan, seakan wabah Covid-19 bukan apa apa dibanding persiapan menyambut lebaran.

Kerumunan massa yang memadati area pasar terkesan telah lepas dari bahaya intaian corona virus, setelah masing-masing orang disibuki bertransaksi harga daging yang dinilai sangat fantastis.

"Saya kira semua pengunjung dan pedagang pasar Pante Teungoh, tau kalau wabah Covid-19 sangat berbahaya, dan tidak perlu lagi direcoki petugas, tapi tradisi menyambut hari raya idul fitri lebih utama," sebut Mahyidin warga Pidie kepada KBA.ONE usai membeli daging.

Saat disinggung imbauan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan, justru dia menganggap tidaklah menjadi perhatian warga, bahkan imbauan itu dianggap tak berguna setelah aparatur pemerintah
juga melakukan hal serupa, berkumpul.

Meri, seorang ibu rumah tangga, di tengah hiruk pikuk pasar Pante Teungoh, bahkan mengatakan tidak terlalu kuatir saat ia mengunjungi pasar untuk membeli daging persiapan dan perlengkapan lebaran. Justru ibu dua anak tersebut turut memboyong putri bungsunya yang masih berusia tiga tahun di pagi Jumat 20 Mai 2020.

Ibu muda ini menganggap menyambut Idul Fitri dengan suka cita dan penuh syukur adalah yang utama, ketimbang memikirkan atau kuatir dengan wabah Covid-19 yang saban hari memakan korban.

Lain lagi dengan para penjual daging, mereka merasa sangat terbantu dengan program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Biaya Langsung Tunai (BLT) dari tiap gampong. Sehingga daya beli masyarakat untuk daging meugang sangat tinggi meski harganya selangit.

"Syukur dengan adanya BST dan BLT, dampak Covid-19 dari pemerintah, sehingga daya beli masyarakat saat meugang lumayan bagus, seakan kondisinya tidak seperti ada wabah Covid-19," ujar Khairul, penjual daging, kepada KBA.ONE.

Disinggung soal jaga jarak sesuai protokol kesehatan, pemuda tamatan SMU ini menyebutkan imbauan pemerintah satu keniscayaan untuk ditaati. Tetapi, katanya, kondisi sekarang warga lebih memilih persiapan lebaran. Imbauan pemerintah tidak digubris lagi, termasuk pasar di tiga kecamatan, yaitu Kota Sigli, Mutiara dan Kecamatan Grong-grong. Ketiga pasar ini merupakan pasar paling padat dikunjungi warga Pidie, terlebih kondisi saat ini.

Ternyata, issu Covid-19 yang terus menerus digoreng media massa dan media soasia, kalah gaung, dengan tekad warga menyambut hari kemenangan. ***

Komentar

Loading...