Cukil Penutup Tahun di Jambore Vespa Sumut-2

Cukil Penutup Tahun di Jambore Vespa Sumut-2
Seni cukil yang dimotori komunitas Poncer Perumnas Simalingkar Medan. | Foto: Istimewa

Cukil merupakan teknik memahat di atas media kayu.

KBA.ONE, Medan: Banyak cara dilakukan orang untuk menutup kegiatan akhir tahunnya agar berakhir manis dan berkesan. Ada yang mengisi waktu dengan kegiatan positif tapi tak sedikit pula yang melakukannya dengan penuh hura-hura.

Di Medan, Sumatera Utara, komunitas pengendara vesva punya cara berbeda dalam menghabiskan sisa waktu tahun 2017. Komunitas ini menggelar aneka kegiatan positif pada acara bertajuk Jambore Vesva Sumut-2 (JVS-2) di dinginnya udara Pantai Sentang, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Malam itu, ratusan vespa dari berbagai kota tumpah memadati area parkir di sepanjang pinggir pantai Sentang. Vesva-vesva antik yang terdiri dari berbagai type dan tahun pembuatan itu dihiasi penuh warna-warni selaras dengan tenda camping yang didirikan para pengunjung untuk meramaikan sisa waktu di ujung tahun.

Berbagai games dan pertunjukan musik mengisi acara yang berlangsung dari tanggal 30 Desember 2017 hingga pembukaan tahun 2018. Tidak hanya keseruan acara games saja, berbagai lapak juga menarik perhatian para pengunjung. Mulai dari penjualan alat-alat vespa, kaos acara JVS-2, hingga lapak sablon cukil yang digelar oleh komunitas Poncer (Pondok Ceria). Banyak pengunjung yang penasaran dengan kegiatan sablon yang belum umum terlihat ini.

Cukil merupakan teknik memahat di atas media kayu. Kayu yang sudah membentuk sebuah desain gambar kemudian diberi tinta dan dipress pada kain agar menempel. Proses ini yang di pamerkan oleh Poncer dalam kegiatan JVS-2 kemarin. Agar tinta menempel pada baju, kayu yang sudah diberi tinta dipijak sampai tinta benar-benar menempel rata sesuai desain yang dicukil.

Untuk mendapatkan sentuhan sablon cukil ini, pengunjung tidak dibandrol harga, “seikhlas hati saja,” kata Eka, pendiri Poncer. Cukup dengan membawa baju kaos yang ingin disablon cukil, pengunjung bisa memilih beberapa desain cukil yang sudah disiapkan.

Poncer juga menerima jika pengunjung ingin dibuatkan desain khusus sepeti logo club vespa atau komunitas lainnya untuk keperluan seragam. Sebagai apresiasi terhadap acara ini, secara khusus Poncer membuat desain bertema JVS-2 yang bisa diaplikasikan pada jaket maupun kaos.  Tidak hanya antusias melihat proses pembuatan, beberapa pengunjung juga langsung mencoba membuat sablon cukil di bajunya sendiri.

Petunjukan sablon cukil ala Poncer ini memberi warna tersendiri pada rangkaian kegiatan JVS-2. Apresiasi pengunjung yang luar bisa membuat Poncer ingin lebih luas lagi memperkenalkan seni cukil ke segala penjuru. 

Komunitas Poncer di Jambore Vesva Sumut-2. | Foto: Istimewa.

Poncer adalah wadah yang didirikan oleh para muda-mudi sekitar jalan Nyiur, Perumnas Simalingkar, Medan, pada 2016. Pondok Ceria tidak hanya terbuka bagi para muda-mudi, tapi juga bagi anak-anak dan orang tua yang ingin berbagi ilmu dan berekspresi seputar dunia seni dan kegiatan positif lainnya.

Pada 2016, cerita Eka, cikal bakal Poncer didirikan penuh dengan suasana kekeluargaan. “Di sebuah pos kamling yang disulap menjadi ruang baca dan ruang diskusi. Di situlah Poncer didirikan,” kenang Eka.

Tujuan berdirinya wadah ini adalah untuk membuat para pemuda di sekitar Perumnas Simalingkar khususnya semakin kreatif dan produktif. Contohnya saja kegiatan seni cukil Poncer yang berawal dari sebuah kegiatan untuk mengisi kekosongan menjelang berbuka puasa pada 2016.

Rupanya, kegiatan ini sukses menumbuhkan minat beberapa muda-mudi yang ingin belajar lebih dalam tentang cukil hingga mampu membuat berbagai desain menarik termasuk  sablon cukil secara langsung. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang memberi ruang untuk mengekspresikan cukil. Semoga ke depan cukil semakin baik dalam mengasah kemampuan seni dan membaginya ke banyak orang,” tutup Eka.

Komentar

Loading...