Curi Kotak Amal, RW Terancam Tujuh Tahun Penjara

Curi Kotak Amal, RW Terancam Tujuh Tahun Penjara
Konferensi pers di Polres Bener Meriah. | Foto: Ist

KBA.ONE, Bener Meriah - Tim Opsnal Satreskrim Polres Bener Meriah, dibantu Kanit Reskrim Polsek Bukit, serta Kanit Reskrim Polsek Bandar yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres setempat, mengungkap diduga pelaku pencuri kotak amal yang sempat terekam CCTV Rumah Sakit Muyang Kute. 

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, melalui Kasat Reskrim Iptu Bustani, mengatakan pihaknya telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga pelaku tindak pidana pencurian uang sumbangan dari kotak amal di Rumah Sakit Muyang Kute. 

Kasat Reskrim, Iptu Bustani, yang ikut langsung dalam penangkapan itu mengungkapkan pada Kamis 17 Juni 2021 sekira pukul 17.03 WIB, pelaku berhasil diamankan. 

Pria berinisial RW, 47 tahun itu merupakan warga Kecamatan Wih Pesam, ia ditangkap di kawasan Kampung Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Kepolisian menerima laporan kasus itu pada Kamis 17 Juni 2021 dilaporkan langsung oleh korban, yakni perwakilan panitia pembangunan Menasah Al-Ikhwan, Dusun Pasar Inpres, Kampung Pondok Baru. 

Sedangkan kejadiannya sudah berlangsung dua kali, pertama tanggal 14 Maret 2021 dan yang kedua pada 28 Mei 2021.

"Laporannya kami terima pada hari  Kamis tanggal 17 Juni 2021 sesuai dengan laporan Polisi Nomor : LP-B/ 33/VI/RES.7.4/2021/SPKT Res Bm. setelah mengamati rekaman Video CCTV Rumah Sakit Muyang Kute, terkait pencurian kotak amal tersebut, kami langsung bergerak cepat untuk memburu pelaku," ujar Bustani, Jumat 18 Juni 2021.

Setelah berhasil ditangkap kata Bustani, pelaku dibawa ke Polres setempat untuk dilakukan pemeriksaan. Saat dilakukan pemeriksaan pelaku telah mengakui perbuatannya.

"Saat dilakukan pemeriksaan awal terhadap RW, yang bersangkutan kooperatif dan mengakui telah mencuri uang sumbangan, untuk pembangunan tempat ibadah dari kotak amal yang berada di RSUD Muyang Kute," sambung Kasat Reskrim. 

Awalnya RW merupakan seorang penjual makanan di salah satu kantin di lingkungan Rumah Sakit Muyang Kute, namun setahun terakhir karena masa pandemi pendapatan pelaku menurun dari biasanya, sehingga pelaku RW tidak bisa membayar sewa kantin selama satu tahun terakhir.

Lantaran tidak sanggup membayar sewa, izin untuk membuka kantin sudah ditarik oleh pihak rumah sakit, sehingga pelaku merasa sakit hati, ditambah himpitan ekonomi membuat pelaku nekat melakukan aksinya.

Kepada polisi, RW mengaku dari pencurian yang dilakukan sebanyak dua kali pelaku mendapatkan uang sebanyak Rp2.830.000.

Untuk barang bukti bukti sendiri berupa, satu buah kotak amal yang sudah dalam keadaan rusak, satu batu yang digunakan untuk memecah kaca kotak amal, satu helai celana kain warna hitam, satu tang warna orange, satu pasang sendal warna cokelat merek kitaro, dan satu helai  baju kemeja bermotif kotak-kotak. 

"Namun kita akan melakukan pengembangan untuk mengumpulkan barang bukti lainnya. serta alat-alat yang digunakan terduga pelaku, pada saat melakukan pencurian tersebut," terang Bustani. 

"Untuk pelaku sudah kita tahan di Rutan Polres Bener Meriah dan sudah ditetapkan sebagai tersangka guna proses hukum lebih lanjut, pelaku dijerat dengan pasal 363, ayat 1 ke 3e dan 5e KUHPidana dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara," tutup Kasat Reskrim.** | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...