Dampak Covid-19, Penumpang Angkutan Darat Menurun 70 persen

Dampak Covid-19, Penumpang Angkutan Darat Menurun 70 persen
Terminal Batoh, Banda Aceh tampak sepi. | Foto: KBA.ONE, Komar

KBA.ONE, Banda Aceh - Dampak dari penyebaran Virus Corona (Covid-19), jumlah penumpang angkutan darat seperti mini bus dan bus terjadi penurunan penumpang mencapai 70 persen dari seribuan penumpang setiap harinya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh, H. Ramli, kepada KBA.ONE, Selasa 24 Maret 2020, mengatakan imbas dari penuruan penumpang adalah terhadap pendapatan ekonomi supir dan kernet mobil.

"Coba bayangkan kita punya enam ribu lebih mini bus (L300), enam ratus lebih bus, berapa banyak supir yang terimbas ekonominya?," tegas Ramli.

Ia meminta pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memikirkan nasib pekerja di sektor angkutan darat yang kini ikut terdampak Covid-19. Akibat tidak beroperasi angkutannya menyebabkan banyak sopir, kernet, maupun karyawan perusahaan angkutan tidak bekerja.

"Apa yang harus dipikirkan mereka, jika angkutan jalan mereka ada uang, kalau tidak, ya tidak ada uang, padahal mereka punya anak dan istri yang harus dinafkahi," tutur Ramli.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai masalah truck, meskipun truck tidak membawa penumpang namun mereka membawa komoditas atau pemasok dari ekonomi kita. Maka dalam masa Covid-19 ini, kita juga harus melihat kesiapan daripada supir sendiri.

"Namanya juga manusia mereka juga takut, kita terus memberi semangat untuk supir truck supaya tidak berhenti, kalau ini berhenti ekonomi kita akan habis," imbuh Ramli.

Sementara itu, lanjut Ramli, terkait kesiapan terminal dalam mencegah penyebaran Covid-19, bahwa sampai sekarang kita masih meminta kepada pemerintah untuk kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang saat ini masih kurang, seperti pengecek suhu tubuh yang cuma satu, masker, dan hand sanitizer.

"Mereka berkata siap untuk memberikan. Kita banyak rapat-rapat tapi hasilnya tidak ada," ucap Ramli yang juga pengusaha di Banda Aceh.

Lebih lanjut, sampai saat ini pihak terminal terus rutin melakukan pengecekan suhu tubuh, memberikan masker kepada penumpang dan juga diharuskan menggunakan hand sanitizer.

"Dengan satu alat pengecek suhu tubuh tentu tidak efektif sebenarnya, cuma kalau kita mau pesan tidak tau dimana, makanya saya bilang peran pemerintah sangat penting," ujar Ramli.

Sampai sekarang angkutan darat bus dan L300 tetap mengangkut penumpang baik dari Medan ke Banda Aceh, dari Banda Aceh ke Medan, dengan pemeriksaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. | Komar, Kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...