Dampak Jam Malam di Pidie, Pedagang Kuliner Alami Penurunan Omzet

Oleh ,
Dampak Jam Malam di Pidie, Pedagang Kuliner Alami Penurunan Omzet
Lapak berjualan pedagang kuliner di Pidie. | Foto: KBA.ONE, Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Omzet pedagang kuliner mengalami penurunan, setelah Pemerintah Kabupaten Pidie memberlakukan jam malam sejak tiga hari lalu.

"Sejak tiga hari ini kami pedagang kuliner mengalami penurunan omzet, karena keterbatasan waktu untuk berjualan hanya sebatas pukul 20.30 malam," sebut seorang pedagang yang enggan namanya ditulis KBA.ONE, Selasa 31 Maret 2020 malam.

Katanya, pemberlakukan jam malam dengan batas waktu untuk berjualan, terpaksa diikuti karena itu merupakan aturan dari pemerintah untuk mencegah penularan corona virus yang kini kian meresahkan.

Untuk itu ia berharap, kepada petugas dari instansi pemerintah lebih persuasif dalam mengimbau pedagang kuliner saat berjulan dimalam hari.

"Terkadang kami, tergopoh-gopoh saat petugas datang ketika jam malam tiba. Maklum saja untuk membenahi sarana berjualan perlu waktu juga," katanya.

Amatan KBA.ONE, Selasa 31 Maret 2020, saat jam malam tiba, hampir seluruhnya lokasi tempat berjualan kuliner, seperti di kawasan Pantai Pelangi, Jalan Iskandar Muda, jalan Prof. Masjid Ibrahim, Jalan Tgk.Chik Di Tiro, dan Peukan Pidie, tampak mulai sepi dan lengang, kecuali hanya satu, dua warga yang terlihat lalu lalang.

Sementara sejumlah ruas jalan masuk ke Kota Sigli, dari arah barat Kota Sigli di ruas jalan baru Simpang Keunire, ditutup dan dijaga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kemanan.

Kemudian dari sisi timur Kota Sigli, ruas jalan nasional di Tujue Kecamatan Pidie juga ditutup aksesnya dengan penjagaan aparat keamanan. Begitupun, jalan simpang jembatan Bentang, juga ditutup aksesnya hingga usai jam malam pukul 05.30 WIB.

Komentar

Loading...