Danau Linting, Wisata Indah Beraroma Mistis

Danau Linting, Wisata Indah Beraroma Mistis
Danau Linting. | Foto KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Kata warga, Danau Linting termasuk daerah keramat. Di sekitar danau terdapat kolam air panas kecil yang dianggap sebagai tempat pemandian Putri Hijau pada masa kerajaan dulunya.

KBA.ONE, Medan -- Pagi itu jalan besar Deli Tua tampak lengang tak seperti biasanya. Mungkin karena bertepatan tanggal merah memperingati hari Isra Mi’raj. Jalan Deli Tua merupakan jalan utama menuju salah satu tempat wisata yang sempat populer di awal 2000-an di Sumatera Utara, yaitu wisata Danau Linting.

Danau Linting terletak di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari pusat kota Medan. Jalan menuju ke sana beberapa tampak sudah diaspal, dan beberapa ruas jalan lainnya masih rusak, berlubang, bahkan menjadi kubangan ketika hujan turun. Mencari Danau Linting tidaklah sulit, ikuti saja papan petunjuk jalan yang menunjukkan arah ke Tiga Juhar, posisi pintu masuk Danau Linting berada di sisi kiri jalan, dengan tulisan besar Danau Linting di depannya.

Pintu masuk Danau Linting. | Foto KBA.ONE, Ghandi Mohammad

“Lima ribu per orang bang,” kata seorang pria di loket, sembari memberikan karcis. Tidak jauh dari loket, parkiran kendaraan berada di sebelah kanan dengan harga 5 ribu rupiah untuk satu sepeda motor.

Danau Linting merupakan danau air panas berwarna biru kehijauan dan dikelilingi beberapa pepohonan tua yang rimbun. Kedalaman air di pinggir danau sekitar satu hingga dua meter. Beberapa orang terlihat mandi dan berendam di sana. Namun jangan coba-coba untuk mendekati bagian tengah danau, karena kedalamannya belum terukur sampai saat ini.

Danau Linting juga sudah menelan banyak korban. Dari informasi yang KBA.ONE peroleh pada 11 Maret 2021, setidaknya sudah ada 10 orang yang tenggelam di Danau Linting sejak danau itu dibuka untuk umum.

Padahal sudah terpasang papan imbauan agar berhati-hati saat berenang di Danau Linting karena kedalamannya belum terukur. Namun masih saja ada orang yang nekat berenang hingga ke tengah danau.

Kedalaman Danau Linting yang tidak terukur juga dikait-kaitkan oleh masyarakat setempat dengan hal-hal mistis. Menurut beberapa penduduk asli,  Danau Linting dan sekitarnya termasuk daerah keramat. Di sekitar danau juga terdapat kolam air panas kecil yang juga dianggap sebagai pemandian Putri Hijau pada masa kerajaan dulunya.

Juga terdapat beberapa gua di sana, gua emas, gua perak, hingga gua berbentuk wajah. Biasanya ada pemandu seorang ibu atau anak kecil di gua tersebut yang menceritakan tentang sejarah gua dan pemandian putri.

Sisi lain Danau Linting yang beraoma mistis. | Foto KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Seorang pemandu mengatakan kepada KBA.ONE bahwa gua itu disebut gua emas dan perak karena terdapat material berwarna emas dan perak di dinding gua. Mereka juga mempercayai bahwa gua itu dijaga oleh seekor naga dan dulunya dijadikan tempat perkumpulan atau bagi orang karo disebut jambur. “Kalau ada indera ke enam abang, bisa abang lihat naga yang jaga gua ini,” kata seorang pemandu.

Entahlah apakah cerita misteri di Danau Linting itu benar atau tidak, namun hingga saat ini cerita itu menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sana. Selain hanya sekadar bersantai di tepi Danau Linting.

Terakhir kali KBA.ONE berkunjung ke tempat ini sekitar 2017. Dan saat ini tampak beberapa perubahan di sana. Sebuah bangunan seperti gazebo yang panjangnya sekitar 5 meter dibangun di tepi danau.

Gua berbentuk wajah di Danau Linting. | Foto KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Di sekeliling danau, beberapa pondok yang menjual makanan ditata rapi di sana, dengan meja dan kursi yang sudah disiapkan untuk bersantai di tepi danau. Aneka makanan dan minuman dijual di sana, mulai dari cemilan hingga makanan berat seperti nasi goreng, tersedia pula es kelapa hingga minuman susu jahe, yang dijual mulai harga 7 ribu rupiah hingga 20 ribu rupiah saja. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan membawa bekal makanan dari rumah dan dapat menyewa tikar serta pondok untuk berpiknik ria bersama keluarga.

Selama pandemi Covid 19 Danau Linting juga terkena dampaknya, bahkan di hari libur dan akhir pekan pun pengunjung tak seramai sebelumnya. “Sunyilah gak ada pengunjung lantaran lockdown ini kan, nyari seribu aja susah sekarang,” kata Opung Roka, salah satu pedagang di Danau Linting.

Tempat bersantai di Danau Linting. | Foto KBA.ONE, Ghandi Mohammad

Tertarik untuk berkunjung ke Danau Linting? Datanglah biar tahu bagaimana cerita aroma mistis begitu kental di sana. Tapi, pastikan dulu cuaca tidak sedang hujan dan jangan sampai pulang kesorean karena di Danau Linting masih minim penerangan di jalan! ***

Komentar

Loading...