Dari Arena Panahan Aceh, yang Muda yang Berprestasi

Dari Arena Panahan Aceh, yang Muda yang Berprestasi
Muhammad Zakaria, Atlet Panahan . | Foto: Ist

KBA.ONE Banda Aceh - Muda, tampan dan berprestasi, pastinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammad Zakaria, seorang atlet panahan muda dan berbakat.

Pernah meraih emas di ajang Porda Bireuen, Aceh, setelah mengalahkan senior-seniornya, kepiawan Muhammad Zakaria atau lebih akrab disapa coach Jek bukan hadir dengan sendirinya.

Pria kelahiran Banda Aceh, 2 April 1994, ini sejak duduk di kelas-1 SMP Negeri 8 Banda Aceh (2010) sudah mengenal olahraga panahan. Meski kepiawainnya membidik sasaran bukan dari darah keturunan atlet panahan. Coach Jek beasal dari keluarga nelayan pasangan Iskandar dan Fatimah.

"Yang mengenalkan saya olahraga panahan adalah coach Ahmad, seorang guru PPL," katanya. Ia mengaku pertama kali ikut latihan di jalan Inong Bale, Darussalam, selama beberapa tahun. "Dan di tahun 2018 saya berpindah latihan di stadion Lhoong Raya, dengan jadwal latihan luar biasa sibuk."

Coach Jek kini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bina Bangsa Getsempena (BBG) jurusan Penjaskesrek, sekaligus merangkap pelatih panahan. Dia berusaha bijak dalam mengendalikan dan mengatur waktu antara hobi dan cita-cita.

Bakat sebagai atlet rupanya sudah tertancap dalam. Buktinya, baru saja menempuh latihan memanah tiga bulan, coach Jek sudah bisa meraih medali emas di Bireuen. Prestasi itu kemudian dijadikan modal untuk terus berlatih. "Kunci kesuksesan adalah kesabaran. Jika kita sabar Insya Allah akan mendapatkan hasil yang bangus," katanya kepada KBA.ONE.

Menurut dia, olahraga panahan bukan sekadar olahraga biasa. Karena, memanah dapat melatih karakter, meredamkan emosi dan melatih kesabaran seseorang atlet dalam membidik dan menetapkan anak panah tepat di sasaran. Olahraga ini juga merupakan olahraga bergengsi.

Muhammad Zakaria juga sebagai pelatih UKM. | Foto: Ist

Coach Jek mengaku yang memotivasi ia ikut panahan karena di Aceh masih kekurangan atlet panahan baik putra maupun putri. Dia ingin menunjukkan kepada dunia olahraga bahwa Aceh punya atlet berkualitas yang mampu mengukir prestasi di dunia panahan.

Hingga kini sudah banyak prestasi yang ditorehkannya, seperti meraih peringkat dua pada kejuaraan piala KASAD di Cijantung, peringkat 5 kejuaraan panahan PPLP di Lampung, peringkat 10 pada kejuaraan PPLP Riau, dan meraih medali emas pada kejuaraan nasional panahan terbuka se-Indonesia pada 2019. "Waktu itu sebagai tuan rumah," katanya.

Dijadikan sebagai pelatih UKM?

Muhammad Zakaria mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkannya sekarang. Jek juga membangi ilmunya kepada anak-anak yang serius ingin belajar panahan. Coach Jek juga membuat sebuah klub di bawah binaan olahraga kampus Zikrurahmat bernama Sagena Archery pada 2017. Jadwal latihannya dilakukan setiap Senin sampai Sabtu.

Atlet yang pernah bercita-cita jadi polisi dan tentara ini selalu memberi tips untuk anak asuhnya. Tips yang utama adalah target. Seorang atlet, katanya, harus punya target tersendiri untuk bisa bertahan. Ada program latihan yang baik dari persiapan umum, yaitu pra kompetensi yang dilaksanakan setiap hari.

Tidak sia-sia, dari persiapan latihan rutin sejak Februari 2020 hingga November 2020 akhirnya berbuah manis. Sepanjang itu coach Jek memboyong 17 mendali (5 emas, 6 perak, 6 perunggu) pada kejuaraan daerah (kejurda) di stadion mini Unsyiah sejak 20-22 November 2020.

"Saya berharap atlet panahan Sagena Srchery STKIP BBG mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta mampu membawa nama harum daerah Aceh dan kampus STKIP khususnya," ungkap coach Jek di ujung perbincangan. | FIRA, kontributor Banda Aceh

Komentar

Loading...