Datok Kampung Selamat Klarifikasi Netizen Sebut Kinerja Pengelola Wisata Gunung Pandan Lemah

Datok Kampung Selamat Klarifikasi Netizen Sebut Kinerja Pengelola Wisata Gunung Pandan Lemah
Suherman, Datok Kampung Selamat (mengenakan topi) bersama tim pencari korban berada dilokasi TKP hanyutnya Dea Afrianda | Foto ist.

KBA.ONE, Aceh Tamiang -  Insiden hanyutnya pengunjung lokasi wisata pemandian Gunung Pandan di Desa Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang yang melibatkan empat orang terseret arus air sungai yang mendadak banjir, banyak netizen nyeleneh penyebab  insiden korban hanyut akibat kelalaian pengelola lokasi wisata gunung Pandan yang muncul di berbagai medsos paska musibah hanyutnya pengunjung dilokaso itu, Minggu 7 November 2021.

Tanggapan netizen yang mengarah kepihak pengelola wisata objek wisata pemandian gunung pandan dimaksud lebih cenderung menyebutkan karena pihak pengelola tidak menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) dalam pengelolaan objek wisata tersebut, sehingga kasus korban hanyut masih terulang kembali.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat Seherman membantah kalau warganya yang terlibat sebagai pengelola wisata alam pemandian gunung pandan tidak menggunakan SOP dalam pengelolaan tempat tersebut.

"Itu tidak benar, kemarin sore dari sebelum terjadinya insiden yang menyebabkan hanyutnya Dea Afrianda (24) warga Pangkalan Susu itu, pihak pengelola sudah memberikan imbauan langsung kepada para pengunjung disemua titik yang terlihat ada pengunjung sedang mandi", ujar Sehermanto dikonfirmasi media ini via seluler, Senin 8 November 2021.

Datok yang akrab disapa Herman Bejo ini menyatakan bahwa imbauan yang disampaikan langsung secara lisan tersebut dilakukan disaat hari mulai hujan gerimis.

"Semua tempat pemandian disepanjang sungai dilokasi objek wisata sudah diberi tahu. Nah untuk korban hanyut tersebut, mereka mengambil tempat yang tepisah dari para pengunjung lainnya. Mereka didaerah paling hulu, sehingga tidak terpantau oleh pihak pengelola", imbuh Herman.

Korban hanyut Dea Afrianda hingga kini belum diketemukan dan masih dalam upaya pencarian pihak SAR, TNI/Polri, PMI beserta masyarakat lokal. Sementara Tiga teman dari korban Dea yang sempat lolos dari maut ini masing-masing bernama M. Akbar 20 tahun warga Pangkalan Susu, Herda Safitri 20 tahun penduduk Pangkalan Brandan dan M. Isma Mustafa 25 tahun penduduk Pangkalan Susu, keempat orang ini merupakan warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Objek wisata alam pemandian gunung pandan merupakan berada dikawasan hulu sungai yang tidak jauh dari perbukitan, sehingga bila hujan deras mengguyur perbukitan, selamg beberapa menit saja, air hujan yang jatuh dari perbukitan mengalir kealur-alur yang ada dan secepat mungkin mengalir kesungai menjadi banjir. 

Suparmin, Kontributor Aceh Tamiang

Anara

Komentar

Loading...