Dermaga Pante Menye dan Lut Tawar, Riwayatmu Kini di Tengah Pandemi

Dermaga Pante Menye dan Lut Tawar, Riwayatmu Kini di Tengah Pandemi
Dermaga Pante Menye. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

Sejak dibuka, ribuan pengunjung sudah berswaphoto di sini. Tapi, dermaga itu berubah sepi; ditutup.

KBA.ONE, Takengon - Hamparan Danau Lut Tawar tampak jelas membentang dari salah satu objek wisata Pante Menye, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Di sana, di bibir danau itu, salah satu dermaga berbentuk Kerawang Gayo, berdiri kokoh menyihir pengunjung.

Warga menyebutnya Dermaga Pante Menye. "Pante Menye" adalah nama dari daerah lokal, jika di translet artinya (Pantai Manja). Lebih rinci, jika Anda berkunjung ke pantai tersebut maka bola mata Anda akan dimanjakan oleh indahnya alam dan hamparan danau biru itu.

Bangunanannya sengaja dibuat oleh pemerintah daerah dengan ikon mirip perahu dan ikon kearifan lokal Kerawang Gayo. Ini adalah warisan budaya khas kabupaten penghasil kopi Arabika itu.

Di sudut berbeda, Anda akan disuguhkan alat-alat penangkap ikan yang digantung. Warga di sana menyebutnya "Serue", salah satu alat penangkap ikan dengan cara ditenggelamkan ke dasar danau pada sore hari dan diambil pada esok pagi.

Pengelolaan alat-alat penangkap ikan itu diserahkan ke Kelompok Sadar Wisata desa setempat.

Ribuan wisatawan telah berkunjung ke sana, baik wisatawan lokal hingga mancanegara. Objek wisata yang diresmikan awal 2020 itu telah menerima kunjungan ribuan orang lebih. 

Pada saat dibuka, ratusan pengunjung tercatat berswaphoto di sana. Namun, beberapa bulan terakhir, objek wisata ini sempat dilematis, gara-gara pemerintah mengeluarkan edaran untuk tutup akibat semakin mewabahnya Covid-19 di Tanah Air.

Padahal ini adalah objek wisata baru yang prospektif ke depannya. Jarak tempuh ke lokasi itu tak terlalu jauh, hanya sekitar50 menit dari Ibu Kota Takengon. Pengunjung bebas memilih lewat jalur kiri atau jalur kanan, lantaran lokasi berada di paling ujung Danau Lut Tawar.

"Sengaja kami berlibur dari Aceh Tamiang ke Pante Menye ini, kami penasaran dengan bentuknya, selama ini kami hanya melihat di Medsos. Ini baru pertama kami berlibur ke objek wisata ini," kata Nuraini, warga Aceh Tamiang, Sabtu 24 Juli 2021.

Ia bersama keluarga hanya melihat objek wisata itu dari kejauhan karena terlihat jelas masih dalam kondisi tutup.

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Aceh Tengah tidak menikmati wajah Danau Lut Tawar dan indahnya pegunungan serta sejuknya hembusan angin di Pante Menye.

Sayangnya, saat ini Pemerintah Aceh Tengah melalui Satgas Covid-19 masih memberlakukan edaran untuk menutup seluruh objek wisata, mengingat zonasi penyebaran Corona di kabupaten itu masih di zona orange. 

Anda masih berminat mengunjungi kota dingin Takengon? Ayo tetap terapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan cara 3M, Menjaga Jarak, Memakai Masker dan Menjauhi Kerumunan.***

Anara

Komentar

Loading...