Diduga Cacat Administrasi, Pemenang Tender Masjid Besar Aceh Jaya Diprotes

Diduga Cacat Administrasi, Pemenang Tender Masjid Besar Aceh Jaya Diprotes
Pembangunan Masjid Besar Aceh Jaya. | Foto: Ist

KBA.ONE, Aceh Jaya - Seorang rekanan dari PT Nila Nasra Nina melayangkan surat sanggahan ke ULP karena pemenang tender pekerjaan Masjid Besar, Kabupaten Aceh Jaya (tahap III), yaitu perusahaan PT Pilar Jurong Sejati, diduga cacat adminstrasi.

"Dari hasil evaluasi menyatakan perusahaan itu (PT Pilar) tidak menyampaikan jaminan penawaran asli sampai batas akhir upload, hari Jum'at tanggal 15 Mei 2020, pukul 12.00 WIB," kata Anasra, kepada KBA.ONE, Senin 27 Juli 2020.

Anasra mengaku pihaknya juga ada membawa jaminan asli itu ke kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh Jaya, sesuai tanggal dan sebelum batas waktu ditentukan.

Tapi, sesampainya di kantor itu untuk  menyerahkan jaminan asli, pihak pokja tidak berada di tempat. "Saat Ketua Pokja dihubungi, telepon selulernya tidak aktif. Petugas yang berada di kantor itu juga tidak mau menerima jaminan penawaran kami tersebut," jelas Anasra.

Anasra meminta agar kemenangan PT Pilar Jurong Sejati itu dibatalkan karena cacat administrasi.

Menurut Anasra, pihak PT Pilar tidak mengupload Surat Pernyataan Pimpinan dan Pengurus Badan Usaha sebagai pegawai K/L/PD atau pimpinan dan pengurus Badan Usaha sebagai pegawai K/L/PD yang sedang mengambil cuti diluar tanggungan negara.

Selain itu, sambung Anasra, juga tidak mengupload salah satu persyaratan daftar pengalaman personel dan surat referensi pemberi kerja (di dokumen lembar dokumen pemilihan  point M.4b. Daftar pengalaman personil dan referensi dari pemberi kerja, keduanya dipersyaratkan).

Kemudian, kata Anasra, pada dokumen penawaran PT Pilar ada yang ditanda tangani oleh direktur utama dan ada juga di tanda tangani oleh direktur cabang. "Apakah boleh, satu dokumen ditandatangani oleh direktur utama dan direktur cabang?" tanya Anasra.

Dia menduga, jika kemenangan PT Pilar tidak dianulir, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp13.079.127 (Tiga belas juta tujuh puluh sembilan ribu seratus dua puluh tujuh rupiah). "Asunsinya, yaitu selisih harga penawaran antara PT Pilar Jurong Sejati dengan harga penawaran PT Nila Nasra Nina," tegas Anasra.

Dia menilai pihak ULP Aceh Jaya tidak teliti atau tidak profesional dalam mengevaluasi perusahaan tersebut. " Kami meminta pokja memenangkan PT Nila Nasra Nina untuk paket pekerjaan Pembangunan Masjid Besar Kabupaten Aceh Jaya (Tahap III)," pinta Anasra.

Anasra juga meminta pihak penegak hukum untuk menggelar perkara/mengaudit forensik dokumen  lelang dari PT Pilar Jurong Sejati. "Biar jelas apakah ada permainan di balik kemenangan tender yang terkesan dipaksakan ini," katanya.

Anasra mengancam akan menempuh jalur hukum bila sanggahan ini tidak diindahkan.

Sofyan, Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya, tak membantah adanya sanggahan dari PT Nila Nasra Nina. "Lagi kami telaah dan pelajari," katanya kepada KBA.ONE, Senin 27 Juli 2020

Tapi Sofyan enggan mengomentari dugaan adanya permainan antara pokja dengan perusahaan yang dimenangkan pada tender pembangunan Masjid Besar Aceh Jaya itu.

Komentar

Loading...