Diduga Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Kakek Ini Tega Habisi Nyawa Cucu Tiri

Diduga Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Kakek Ini Tega Habisi Nyawa Cucu Tiri
Pelaku dan barang bukti dihadirkan saat konrefensi pers di Halaman Mako Polres Aceh Jaya. | Foto: KBA.ONE, Khadafy

KBA.ONE, Aceh Jaya - Kakek tiri usia 33 tahun, berinisial SF, yang tega membunuh cucu tiri berusia 36 hari, pada Kamis pekan lalu di Desa Tuwie Kareunang, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, terancam hukuman mati atau seumur hidup.

Pasalnya, SF dengan berencana datang dari Kabupaten Aceh Utara ke Aceh Jaya, berniat untuk menghabiskan nyawa bayi anak tirinya tersebut.

Menurut pengakuan SF kepada pihak kepolisian, hal itu lantaran malu dan mejaga aib keluarga sebab anak itu hasil luar nikah.

Sementara informasi dihimpun KBA.ONE, diduga pelaku mempunyai rasa suka kepada anak tirinya. Disebabkan rasa cemburu dan cintanya bertepuk sebelah tangan dari anak tirinya dan menikah dengan laki-laki pilihannya, sehingga ia pun tega menghabisi nyawa bayi tak berdosa tersebut.

Sedangkan menurut pengakuan SF, kedatangannya ke rumah anak tirinya dari Aceh Utara memang sudah berencana untuk menghabisi nyawa bayi itu.

Hal sama turut dikatakan Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dhiza Fezuono, bahwa pelaku warga Desa Pucok Alue, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, memang sudah berniat untuk menghilangkan nyawa korban (bayi)," ungkapnya, Kamis 1 April 2021 petang, di Halaman Mako Polres.

Sementara, motif diduga pelaku mengatakan pembunuhan itu katanya karena merasa malu. "Sebab korban merupakan hasil dari perbuatan di luar nikah."

Lalu, dengan alasan tersebut dan berdasarkan penyelidikan, diduga pelaku itu mengaku menghilangkan nyawa korban dengan menggunakan obat anti mabuk sebanyak tiga butir dilarutkan dengan air di dalam gelas, dan memaksa meminumkan kepada korban.

Agar larutan obat tersebut mudah terminum korban, ujar dia, diduga pelaku menahan rongga mulut korban dengan paksa sambil menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya mencolok rongga mulut korban.

Selain itu, kata Harlan, menurut pengakuan pelaku awalnya dia memang berniat membunuh secara perlahan-lahan agar niat busuknya tidak diketahui.

"Namun kejadian itu terjadi luar prediksi, Sehingga korban mengalami kejang dan sulit bernafas sehinggga mengeluarkan cairan buih darah,” ungkapnya.

Selanjutnya, korban pun dibawa ke puskesmas guna mendapatkan pertolongan pertama. Namun saat perjalanan nyawa bayi itu tak tertolong, dan meninggal saat menuju puskesmas.

Berdasarkan laporan kejadian itu, lanjut Harlan, pelaku yang sebelumnya sempat melarikan diri, berhasil diringkus kurun waktu 1x 24 jam.

Guna penyidikan lebih lanjut, dia beserta barang bukti sudah diamankan di Rutan Polres Aceh Jaya dan diduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 Jo 340 KUHP. "Tuntutan pidana penjara 15 atau 20 tahun, atau seumur hidup dan hukuman mati," tutup Harlan.**

Komentar

Loading...