DILo, Tempat Generasi Muda Aceh Pecinta Digital dan Multimedia

DILo, Tempat Generasi Muda Aceh Pecinta Digital dan Multimedia
Logo DILo di Gedung IT Center Banda Aceh | KBA.Ghaly

KBA.ONE, Banda Aceh - Bangunan tua itu terlihat usang. Beberapa kendaraan terparkir di depannya. Gedung ini terletak di pusat kota Banda Aceh, tak jauh dari kawasan Lapangan Blang Padang. Bangunan bekas biskop itu kini bernama Gedung IT Center Banda Aceh. Di sini, para kaula muda pecinta dunia sains dan digital berkumpul saling berbagi pengalaman dan informasi.

Di sebuah ruang di dalam gedung itu, terdapat banner Digital Innovation Lounge (DILo). Logo bewarna merah putih, terpampang di salah satu dinding ruang. DILo merupakan sebuah creative camp yang digagas PT. Telkom.

Manager DILo Banda Aceh, Fajar Ari Wibowo, saat ditemui KBA.ONE, Ahad lalu, mengatakan aktivitas di gedung itu  dimulai sejak Maret 2017. Di situ, mereka mendidik para pemuda Aceh yang ingin mempelajari bisnis dan berbagai hal mengenai digital dan multimedia.

“Kami menyiapkan lima macam mentor, yaitu satu mentor php, dua mentor bisnis, satu mentor android dan satu mentor backend. Mereka merupakan mentor professional yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing,” ujar Fajar.

DILo, kata Fajar, tidak hanya ada di Banda Aceh, melainkan sudah terbentuk dari Aceh hingga Makassar. “Sumatera punya tiga yaitu Aceh, Medan dan Pekan Baru. Dari Aceh sampai makasar itu ada 17 kota yang sudah didirikan DILO,” jelas Fajar. “DILO sendiri sangat fokus kepada edukasi (pendidikan).”

Fajar menjelaskan, DILo memiliki berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan multimedia hingga pelatihan kewirausahan (entrepreneurship).

“Bagi pemuda yang ingin mempelajari IT atau ingin berwirausaha tapi tidak punya modal, bisa datang ke mari. Kami akan memberi pelatihan. Usaha yang menarik, nanti akan mendapatkan bantuan modal usaha. Bantuan ini diberikan oleh beberapa BUMN dan Pemko Banda Aceh,” ungkap Fajar.

Manager DILo Banda Aceh, Fajar Ari Wibowo

Di Banda Aceh, Fajar mengatakan, selama ini DILo mendidik pemuda yang memiliki ide kreatif. Awalnya, mereka pada pemuda itu akan diajari cara membentuk bisnis, baru selanjutnya menyiapkan tenaga-tenaga kreatif seperti pekerja teknis dan sains.

Selain itu, mereka juga memberikan pembelajaran coding (kode pembuatan website), untuk para ibu-ibu. Kegiatan itu dinamakan ‘Coding for Mom’.

“Ini bertujuan untuk mengajarkan ibu-ibu membuat aplikasi. Kami mengajarkan lebih dari 20 ibu-ibu rumah tangga untuk lebih produktif, yang mungkin bisa membantu memasarkan produk-produk industri kreatif,” ujarnya.

Selanjutnya, di DILO, mereka mengajarkan Google Developer. Di bidang ini, mereka melatih untuk pemanfaatan mobilitas dari google, yaitu memanfaatkan aplikasi GAE (Google App Engine)

“Para pecinta IT atau kelompok teknis saling bertukar informasi untuk pelajaran ini, agar bisa memanfaatkan aplikasi itu di Banda Aceh,” ujarnya.

Selanjutnya, para tenaga IT di DILO melakukan talkshow ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Kota Banda Aceh.

“Ini dilakukan untuk memotivasi para adik-adik SMA agar dapat membentuk usaha sendiri bidang apapun setelah lulus sekolah,” ujar Fajar.

Selain itu, Fajar menambahkan, DILO Banda Aceh memiliki kegiatan yang dinamakan ‘INDIGO. Kegiatan ini membentuk para generasi muda untuk gemar berwirausaha. Kegiatan ini dibiayai oleh Telkom. “Enam orang anak Aceh dikirim ke ajang nasional, satu di antaranya terpilih menjadi tim teknis terbaik,” ujarnya.

Fajar menambahkan, selama Ramadan kemarin, mereka juga menggelar kegiatan SDL (Sosio Digi Leaders). Kegiatan ini terdiri dari empat kelompok. Para peserta memaparkan ide-ide mereka untuk bewirausaha. “Para peserta yang lolos ujian, bebas untuk mengikuti tes jika ingin bekerja di Telkom."

Fajar berharap, kegiatan-kegiatan yang dilakukan DILo bisa memotivasi para pemuda Aceh untuk berkarya dan berwirausaha.
“Bagi yang mau bertukar informasi mengenai IT atau ingin mengikuti kegiatan yang kami lakukan, silahkan datang ke Gedung IT Center Banda Aceh. Kegiatan ini gratis dan tidak dipungut biaya,” ujar Fajar. 

Kontributor Banda Aceh Ghaly Ramadan

Komentar

Loading...