Dinkes Lhokseumawe Pastikan Tidak Ada Vaksin Sinovac yang Kadaluarsa

Dinkes Lhokseumawe Pastikan Tidak Ada Vaksin Sinovac yang Kadaluarsa
Vaksin Covid-19 Sinovac. |Foto: Cnbcindonesia.com

KBA.ONE, Lhokseumawe – Khawatir terhadap kabar beredarnya vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang sudah kadaluarsa, pihak Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menyatakan hingga saat ini kuota vaksin masih belum mencukupi kebutuhan.

Pasalnya, vaksin yang didistribusikan pada gelombang pertama diketahui akan kadaluarsa pada 25 Maret 2021, sebagian warga menghkawatirkan apabila vaksin tidak kunjung digunakan akan kadaluarsa saat masih beredar di masyarakat.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Puspa Wati, menjelaskan hingga saat ini tidak ada vaksin yang berlebih di wilayah Lhokseumawe. Bahkan, pihaknya mengakui masih kekurangan vaksin untuk penyuntikan tahap dua yang diperuntukkan kepada pelayanan publik.

“Dari total keseluruhan, yang sudah divaksin baru 12,7 % saja.
Kita masih banyak kekurangan vaksin, apalagi untuk lansia juga belum ada sama sekali,” katanya saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu 17 Maret 2021.

Selain itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Lhokseumawe, dr Amroellah, menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait beredarnya vaksin kadaluarsa, karena vaksin perdana yang telah didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Aceh telah habis digunakan pada awal Februari 2021.

“Untuk tahap dua dan dosis kedua merupakan vaksin dari bio farma, yang berjumlah 14 ribu dosis dan expirednya pada bulan Juli,” sebutnya.

Terkait adanya kemungkinan beredar vaksin kadaluarsa, Amroellah menegaskan hal tersebut kemungkinannya sangat kecil, karena pihak medis yang memperhatikan dengan detail penggunaan, serta proses penyuntikannya.

“Jadi kecil sekali kemungkinannya kalau sampai beredar, terlebih peralatan medis jika seminggu menjelang expired tidak akan digunakan lagi,” tutupnya.***

Komentar

Loading...