Dinkes Pidie Instruksikan Apotek dan Apoteker Tarik Obat Ranitidin

Oleh ,
Dinkes Pidie Instruksikan Apotek dan Apoteker Tarik Obat Ranitidin
Ranitidin | Foto: Ist

KBA.ONE, Pidie - Menyusul kajian yang dipublikasikan United Stated  Food and Drug Administration (US -FDA) dan European Medicine Agency (EMA) beberap waktu lalu, jenis obat ranitidin terjadi cemaran zat N-Nitrosodimethylamine yang dapat memicu kanker.

Dinas Kesehatan Pidie, instruksikan pengusaha apotek dan apoteker untuk mengkarantina dan menahan lima produk obat yang dinyatakan berbahaya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.

Kasie Apoteker Dinas Kesehatan Pidie, Aulia Maksum kepada KBA.ONE, Rabu 9 Oktober 2019, mengatakan ada lima item jenis obat yang dinyatakan berbahaya oleh BPOM -RI dan diperintah untuk ditarik dari peredaran yakni, perintah penarikan produk Ranitidin yang terdeteksi mengandug N-Nitrosodimethylamine (N-DMA) jenis Ranitidine cairan injeksi 25mg/ml.

Kemudian katanya, penarikan sukarela produk Ranitidin yang terdeteksi N-DMA atas produk obat jenis Zantac cairan injeksi 25 mg/ml, kemudian Ranitidin sirup 75 mg/5ml, Indoran cair injeksi 25mg/ml dan Ranitidin cairan injeksi25 ml/mg.

“Lima jenis obat tersebut diinstruksikan untuk dikarantina dan menahan agar tidak lagi diiistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr. Dwi Wijaya, kepada KBA.ONE, 9 Oktober 2019 mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima peritah dari Dinas Kesehatan untuk melakukan karantina atau menahan produk obat jenis Ranitidin agar tidak didistribusikan kepada pasien atau masyarakat.

“Sejauh ini pihak Rumah Sakit belkum menerima suarat pemeberitahuan atau larangan dari Dinkes setempat untuk menahan atau mengkarantina jenis obat ranitidin tersebut,” ujar dr.Dwi Wijaya.

Soal distribusi obat dari instalasi farmasi, dr.Dwi tidak mengetahuinya, sebab itu adalah wewenang dari instansi tersebut dan pihak rumahsakit hanya melakukan penyupalian obat kepada pasien dan masyarakat.

“Soal ada atau tidak dikarantina atau ditahan obat jenis ranitidin oleh Intalasi Farmasi, kita dari pihak Rumah Sakit endak punya wewenang, kita hanya menyalurkan obat sesuai kebutuhan pasien dan masyarakat .” ungkap dr.Dwi.

Komentar

Loading...