Dirut Edi Sabhara Bantah Tudingan BPKP Predikat PDAM Tirta Agara Tengah Sakit

Dirut Edi Sabhara Bantah Tudingan BPKP Predikat PDAM Tirta Agara Tengah Sakit
Dirut PDAM Tirta Agara, Edi Sabhara saat memberikan keterangan. | Foto: Ist

KBA ONE, Aceh Tenggara - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Aceh Tenggara (PDAM Tirta Agara), Edi Sabhara membantah tudingan penilaian Badan Pengawas Keuangan (BPKP) Aceh perusahaan yang ia pimpin tengah sakit.

"Secara kinerja, untuk tahun 2020 evaluasi belum di lakukan oleh BPKP malah indikator penilaian saat ini akan berjalan pada bulan Februari ini," ungkap Edi Shabara, kepada KBA.ONE, Selasa 2 Januari 2021.

Namun, ia mengakui penilaian kinerja tahun sebelumya PDAM Tirta Agara termasuk berpredikat sakit. Hal ini sesuai dengan hasil penilaian BPKP pada 2019 lalu saat ia belum menjabat Dirut di PDAM Tirta Agara.

Edi menjelaskan secara umum jumlah pelanggan saat ini meningkat, sebelumnya pada 2019 jumlah pelanggan sebanyak 6.400 dan 2.300 yang aktif. Namun saat ini peningkatan jumlah pelanggan sudah mencapai 6.932 pelanggan dan terdata 4.388 pelanggan aktif .

"Sejumlah pelanggan itu tersebar di 11 kecamatan, antara lain Babusalam, badar, Semadam, Lawe sigala, darul Hasanah, Lawe bulan, Bukit Tusam, Babul Makmur , Lawe Alas, Babul Rahmah dan Deleng Pokisen," sebut Edi.

Sementara, dari sisi pendapatan selama enam bulan menjabat menjadi Dirut PDAM Tirta Agara drastis meningkat drastis bahkan surplus dengan rincian pengeluaran Rp1,8 miliar, sementara pendapatan Rp1,9 miliar dan surplus sebesar Rp49 juta priode Juli hingga Desember 2020.

"Saya berharap penilaian BPKP untuk tahun 2020 Tirta Agara mendapatkan predikat sehat baik secara kinerja maupun hal lainya," ungkap Edi Sabhara.

Untuk meningkatkan pelayanan, Edi berharap Pemkab Agara mendukung dan memfasilitasi terkait untuk perbaikan jaringan di samping kucuran dana segar demi melayani target tujuh ribu pelanggan di bumi Sepakat Segenep Aceh Tenggara.

Diberitakan sebelumnya, terungkap sejumlah PDAM di Aceh berpredikat sakit termasuk PDAM Tirta Agara. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi kinerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh tahun 2020, pada 20 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Wilayah Aceh, pada Kamis 28 Januari 2020.

Kepala Perwakilan BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, mengatakan evaluasi kinerja 20 PDAM tersebut menggunakan indikator ukuran kinerja yang ditetapkan oleh Badan Peningkatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM).

Di lansir KBA.ONE sebelumnya, selain PDAM Tirta Agara, tujuh PDAM lainya juga berpredikat sakit antara lain PDAM Lhokseumawe, PDAM Aceh Barat Daya (Abdya), PDAM Simeulue, PDAM Bener Meriah, PDAM Pidie Jaya, PDAM Aceh Selatan, dan PDAM Aceh Barat

Indra menjelaskan indikator yang digunakan dalam evaluasi, kata Indra, sesuai dengan ukuran kinerja yang telah ditetapkan BPPSPAM mencakup dari aspek keuangan, pemeriksaan rasio keuangan dan kas, aspek pelayanan, dilihat dari cakupan pelayanan teknisnya, pertumbuhan pelanggan dan kualitas air. Kemudian, dari aspek operasional seperti tingkat kekurangan air.***

Komentar

Loading...