Disperindagkop Nagan Raya Latih Pengrajin Rotan dan Mahasiswa

Disperindagkop Nagan Raya Latih Pengrajin Rotan dan Mahasiswa
Sebanyak lima mahasiswa dan 20 pemuda mengikuti pelatihan kerjinan rotan yang diadakan Disprindagkop dan UKM Nagan Raya. | Foto: KBA.ONE, Saiful Bahri

KBA.ONE, Nagan Raya - Lima mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) Nagan Raya mengikuti pelatihan kerajinan rotan yang di gelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil, Menengah (Disperindagkop dan UKM ) kabupaten setempat. Kegiatan ini digelar mulai 1-10 November 2021 bersama 20 pemuda yang direkrut oleh Disperindagkop Nagan Raya.

"Hal ini adalah pengembangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mengembangkan bisnis rotan yang merupakan kekayaan alam tersendiri di Nagan Raya yang belum disentuh dengan maksimal," kata Rektor STIAPEN Nagan Raya, Edi Wanda.

Ia mengamati selama ini industri rotan belum berkembang dengan maksimal karena pemahaman tentang industri rotan masih sangat minim. Kini pihaknya mulai menjajaki pasar internasional untuk memasarkan hasil kerajinan rotan seperti Malaysia dan Pakistan, lewat kerja sama dengan salah satu pengajar di Negeri Jiran tersebut yang bersedia untuk partner pemasaran rotan hasil industri dan kerajinan rakyat Nagan Raya.

"Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Kadis Mohd Nasir dan Ibu Kabid pemberdayaan UKM yang sudah menginisiasi munculnya SDM industri rotan di Nagan Raya. Semoga ini menjadi agenda rutin pemerintah, semoga dibawah pimpinan H Jamin Idham selaku Bupati Nagan Raya masyarakat bisa menjadi sentral industri rotan dimasa yang akan datang," kata Edi.

Kepala Bidang UMKM Disperindagkop dan UKM Kabupaten Nagan Raya, Ridiani Fitri, kepada KBA.ONE, Jum'at, 5 November 2021, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan para pengrajin rotan dan mahasiswa untuk memperdalam kreasi yang selama ini belum mempuni.

Ia menyebutkan pelatiha ini diikuti 25 peserta dari kalangan pengrajin dan mahasiswa STIAPEN Nagan Raya, yang berlangsung selama 10 hari sejak 1 sampai 10 November. | SAIFUL BAHRI, Kontributor Nagan Raya

Anara

Komentar

Loading...