Ditertibkan Secara Brutal oleh Oknum DKP, Pedagang: Kami Menuntut Ganti Rugi

Ditertibkan Secara Brutal oleh Oknum DKP, Pedagang: Kami Menuntut Ganti Rugi
Suasana aksi dan menuntut ganti rugi yang dilakukan pedagang di gedung Pos Pelayanan Kesyahbandaran Lampulo, Banda Aceh, Senin, 22 Maret 2021. | Foto: KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Banda Aceh - Akibat penertiban secara brutal yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh terhadap para pedagang di Lampulo, masyarakat melakukan aksi dan menuntut ganti rugi di gedung Pos Pelayanan Kesyahbandaran Lampulo, Banda Aceh, Senin, 22 Maret 2021.

Aksi yang diselimuti kemarahan dari para pedagang ini, dipicu karena petugas keamanan di Tempat Penampunga Ikan (TPI) Samudra Lampulo menertibkan para pedagang diduga dengan kekerasan.

Salah seorang pedagang, Ramlah mengatakan ia diperlakukan tidak pantas layaknya seperti manusia oleh oknum PNS yang berinisial H. Kata dia, dagangannya dibuang dan diinjak-injak oleh oknum tersebut.

"Ini dagangan kami yang tidak habis dan tidak laku lagi, semua sudah tidak layak lagi untuk dijual dan kami menuntut ganti rugi," ujar pedagang lain sambil membungkus sisa jualannya.

Salah seorang pedagang saat diwawancarai wartawan. | Foto: KBA.ONE, Ayu

Selain itu, para pedagang wanita lain juga mengalami hal sama, yaitu Dewi. Wanita berusia 30 tahun ini menyebutkan sebelum aksi penertiban hari ini, oknum DKP juga mengamankan becak miliknya dua minggu yang lalu.

"Bukan hanya barang dagangan yang diambil, becak saya yang isinya kopi, termos juga disita sebelum penertiban pagi tadi,” ungkap Dewi kepada KBA.ONE.

Selain itu, properti pedagang seperti payung, kursi, dan meja juga diamankan oknum PNS DKP Aceh. Selama ini, Dewi mengatakan para pedagang mulai berjualan dari pukul 03.00 WIB sampai 07.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari jaringan razia pagi yang dilakukan oknum DKP.

Halaman12

Komentar

Loading...