Ditertibkan Secara Brutal oleh Oknum DKP, Pedagang: Kami Menuntut Ganti Rugi

Ditertibkan Secara Brutal oleh Oknum DKP, Pedagang: Kami Menuntut Ganti Rugi
Suasana aksi dan menuntut ganti rugi yang dilakukan pedagang di gedung Pos Pelayanan Kesyahbandaran Lampulo, Banda Aceh, Senin, 22 Maret 2021. | Foto: KBA.ONE, Ayu

Sementara, Sekretaris Asosiasi Pedagang Ikan (ASPI), Tarmizi, mewakili pedagang dan nelayan juga menyatakan penertiban di lapagan yang dilakukan DKP terlalu arogan. "Walaupun penertiban ini merupakan hak pelabuha,n seharunya dilakukan secara kekeluargaan tidak arogansi", katanya kepada awak media.

Selain itu, ia juga melayangkan lima tuntutan para pedagang yaitu, pedagang tidak lagi melakukan kekerasan, sekira hal penertiban dilakukan oleh petugas, fungsikan lembaga laut atau lembaga adat untuk melakukan penertiban TPI Samudra Lampulo, harapan dari segenap pedagang pedagang menolak para petugas yang melakukan penertiban yang arogan dan militerisi. Selanjutnya, untuk menyelesaikan masalah kami mengharapkan azas masyarakat dan mufakat, dan di dalam mengambil kebijakan dinas terkait perikanan dan kelautan harus melibatkan stakeholder.

"Saya memohon kepada pemerintah, tolong mereka ini dikasih tempat untuk berjualan dan diatur", ujar Tarmizi.

Tarmizi mengharapkan dinas terkait melihat kasus ini secara kekeluargaan, mengingat penghasilan pedagang yang hanya mendapatkan untung seribu rupiah dari setiap jualannya.*** | AYU, Kintributor Banda Aceh

Halaman12

Komentar

Loading...