Dituding Ciptakan Konflik Baru, Dirut PT PEMA Buka Suara

Dituding Ciptakan Konflik Baru, Dirut PT PEMA Buka Suara
Direktur PT PEMA, Zubir Sahim. | Foto: Dok Humas Aceh

KBA.ONE, Aceh Utara - Terkait tudingan PT Pembangunan Aceh (PEMA) menciptakan konflik baru, karena memberikan pengelolaan Blok B yang berada di wilayah Aceh Utara kepada PT. Pembangunan Lhokseumawe (PTPL), Direktur PEMA, Zubir Sahim angkat bicara.

Zubir Sahim saat menghubungi KBA.ONE, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dengan Pemerintah Aceh Utara sejak Juni 2020. Salah satu syarat pengelolaan Blok B adalah harus ada anak perusahaan, maka PEMA harus menggandeng perusahaan dengan status PT bukan PD milik Kabupaten Aceh Utara.

"Sudah jauh hari kami meminta PD Pase Energi untuk berubah menjadi PT, dimana sampai saat sekarang ini masih dalam proses. Menurut informasi sudah selesai qanun, selanjutnya di akta notariskan. Mengingat waktu sudah sangat mendesak, maka kami ditugaskan oleh Pemerintah Aceh untuk menggandeng PTPL," kata Zubir, Jumat 16 Oktober 2020.

Selain itu, dirinya juga mengatakan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib sudah mengetahui proses penggandengan PTPL tersebut. Dia menegaskan dirinya hanya mengikuti intruksi dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk segera menjalankan project tersebut. PTPL juga dianggap sinkron untuk mengelola Blok B karena berada di Point B.

"Di sini kami menggandeng PT. PL yang sudah PT, untuk selanjutnya apabila PD Pase Energi sudah PT maka akan diamandemen PT. PEMA Global Energi. Sudah sering kita melakukan pertemuan telah disampaikan dan telah mendapatkan kesepahaman, sehingga persoalan akan menjadi jernih kembali," ungkapnya.

Bahkan menurut pengakuan Zubir, tim survey yang terdiri dari PEMA, ITB dan beberapa konsultan sudah turun langsung ke lokasi untuk membuat proposal. Pihaknya berharap Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Utara harus kompak untuk memajukan Aceh, sebab ini peluang yang sangat menguntungkan bagi rakyat Aceh paska Otonomi Khusus (Otsus).

"Ini kita sedang berjuang, berat ini. Kita harus menghadapi perusahaan besar, jadi lebih baik kita baik-baik saja serta kompak selalu," pintanya. *** 

Komentar

Loading...