Dituding Terbelit Utang Rp200 Juta, Ini Kata Kadis PUPR Aceh Jaya

Dituding Terbelit Utang Rp200 Juta, Ini Kata Kadis PUPR Aceh Jaya
Kuitansi utang yang ditandatangani Rusman. | KBA.ONE: Dafy

Rusman mengaku cuma tanda tangan dua kuitansi dan tidak pernah melihat uangnya.

KBA.ONE, Aceh Jaya - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Jaya, Rusman, diduga terbelit utang ratusan juta rupiah dengan salah satu rekanan lokal Aceh Jaya. 

Mustafa Kamal, salah satu rekanan Aceh Jaya, mengatakan itu kepada sejumlah awak media saat jumpa pers di Warung Pay Kupi, Kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Jum'at, 24 Juli 2020, petang.

Kronologinya, cerita Mustafa, saat itu pada 2019 Rusman mengambil uang kepada dia sejumlah Rp200 juta. Alasannya untuk membayar utang Rusman  kepada orang lain. Uang itu terbagi dalam dua kuitansi.

Namun, tanggal dan tujuan dalam kuitansi itu sama, yaitu untuk membayar utang kepada T Jailani. Rincian kuitansi pertama sebesar Rp45 juta dan kedua sebesar Rp155 juta dengan total Rp200 juta.

“Saat mengambil uang itu dari saya, katanya untuk bayar utang kepada T Jailani. Rusman janji akan mengembalikan uang itu sebulan kemudian,” jelas Mustafa.

Mustafa mengaku pernah menagih uang yang dipinjam Rusman itu. Tapi Rusman selalu menjawab sabar dan akan segera membayar. “Tetapi, hingga hari ini tidak pernah terwujud. Malahan nomor telepon seluler saya diblokir,” cerita Mustafa dengan nada kecewa.

Menurut Mustafa, Rusman sudah berulang kali berjanji akan membayar utangnya. Saat mengambil uang tersebut, “malah kita punya kuitansi yang turut ditanda tangani unsur pimpinan DPRK Kabupaten Aceh Jaya ketika  itu.”

Mustafa berharap Rusman bisa segera mengembalikan uang yang dipinjam tersebut. Karena, ”uang yang dipinjam Rusman itu juga saya pinjam dari orang lain demi membantu dia," kata Mustafa.

Rusman, Kadis PUPR Aceh Jaya, saat dihubungi KBA.ONE, Jum'at 24 Juli 2020, malam, membantah pernah menerima langsung uang sebesar Rp200 juta itu dari tangan Mustafa. Rusman mengatakan saat itu dia datang hanya bermaksud meminta bantu untuk menyelesaikan masalah utangnya kepada T Jailani dari jumlah Rp105 juta menjadi Rp200.

“Saya tidak pernah melihat dan menerima uangnya seperti yang dikatakan Mustafa itu. Saya hanya meneken saja," jelas Rusman.

Menurut Rusman, waktu itu Mustafa mengaku sudah mengantar langsung uang sebesar Rp200 juta kepada T Jailani, dari jumlah hutang dasar sebesar Rp105 juta. "Apa benar uang itu diantar langsung atau tidak oleh Mustafa kepada Jailani, saya tidak tahu. Begitu ceritanya,” kata Rusman. ***

Komentar

Loading...