Dituduh Mencuri Kotak Amal, Kepsek SLB Ini Laporkan 4 Akun Medsos ke Polisi

Dituduh Mencuri Kotak Amal, Kepsek SLB Ini Laporkan 4 Akun Medsos ke Polisi
Istiarsyah (kanan), saat melaporkan empat akun media sosial yang mencemarkan nama baiknya, ke Polres Aceh Utara. | KBA.ONE, Try Vanny.

KBA.ONE, Aceh Utara - Sempat viral di beberapa sosial media karena dituduh mencuri uang di kotak amal, Istiarsyah, 35 tahun, warga asal Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Bireun, melaporkan empat media sosial ke Polres Aceh Utara.

Ke empat akun media sosial yang dilaporkan adalah Aceh World Time (akun instagram), Channel Tek Tok (channel youtube), Hendra Gunawan (akun facebook) dan syerry qury (channel youtube). Semua media tersebut diduga telah mencemarkan nama baik dirinya, dengan menyebarkan video di media sosial yang berisi tuduhan korban dan keluarganya mencuri kotak amal di masjid.

Istiar yang berprofesi sebagai guru di SLB Bireuen, mendatangi Polres Aceh Utara didampingi pengacaranya Muhammad Ari Saputra. Diapun menjelaskan awalnya dia bersama istri dan anaknya singgah di sebuah masjid di kawasan Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, untuk melaksanakan Shalat Zuhur.

“Hari itu saya dalam perjalanan dari Bireuen ke Sungai Raya, Aceh Timur, dan saya sering sekali singgah di masjid itu, bukan hanya kali ini saja. Tapi saat itu anak saya melihat kotak amal terbuka, lalu istri saya menyuruh untuk memasukkan uang yang sempar tercecer ke kotak amal yang bagus," katanya.

Berniat baik untuk menyelamatkan uang dalam kotak amal tersebut, Istiar bersama istri dan anaknya memasukkan uang itu ke dalam kotak amal yang bagus. Saat sedang memasukkan uang ada beberapa warga yang sedang shalat dan juga buang air kecil, yang melihat kejadian itu.

“Saya juga tahu ada CCTV dalam masjid tersebut,” tuturnya.

Kemudian, sambungnya, kotak amal yang rusak diletakkan di belakang mimbar agar tidak ada jemaah yang memberi sedekah ke kotak tersebut. Setelah itu mereka pergi melanjutkan perjalanan. Namun, setiba di Aceh Timur, korban dihubungi oleh kerabat untuk memberitahukan video yang beredar tentang dirinya.

“Judul yang ditulis, diduga seorang ayah mengajari anaknya untuk mencuri kotak amal mesjid, kejadiannya hari Rabu Siang (29/07/20), Masjid Baitul Mustaqim, Alue Bilie Rayeuk, Baktiya Aceh Utara. Tentu saja kami terkejut,” ujarnya.

Tidak hanya itu, di akun channel youtube diberi judul "pencurian di Masjid Alue Bili Rayeuk, Baktiya, Aceh Utara, satu keluarga". Korban mengaku kecewa nama baiknya sebagai seorang guru dan kepala sekolah dirusak.

"Kami sudah sempat memberi kesempatan untuk mengklarifikasi dan meminta maaf pada empat media tersebut, namun mereka tidak mau melakukannya. Jadi, kami memilih untuk menempuh jalur hukum," ungkapnya. ***

Komentar

Loading...