Diviralkan Bawa Kabur Istri Orang, Kepala ULP Aceh Jaya akan Balik Lapor ke Polda  

Diviralkan Bawa Kabur Istri Orang, Kepala ULP Aceh Jaya akan Balik Lapor ke Polda  
Ilustrasi buku nikah. | Ist

 KBA.ONE, Aceh Jaya – Sejak Minggu 2 Agustus 2020, Mahdi, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh Jaya, menjadi orang yang paling “diburu” kalangan media pers dan pengguna media sosial. Pasalnya, pada ahad itu beredar video dengan narasi miring yang menuding Mahdi tertangkap tangan membawa kabur istri orang di Juli, Bireuen, Aceh.

Tapi, kabar itu langsung dibantah Mahdi. “Itu tidak benar. Tidak ada unsur yang melanggar syariat karena saat diberhentikan saya tidak berdua, melainkan bersama tiga anak Trisnahayati dan satu keponakannya,” jelas Mahdi kepada KBA.ONE Rabu 5 Agustus 2020.

Mahdi menegaskan dia tidak membawa lari istri orang. “Dia (Trisnahayati) yang menjemput saya di depan penginapan. Kita hendak jalan-jalan saja. Lalu, mengapa saya dibilang bawa lari istri orang? Saya tidak  jemput dia (Trisnahayati) di rumahnya dan belum ada 1X24 jam kita jalan,” jelas Mahdi.

Mahdi (kiri) dan Dahri (kanan) di Polsek Pintu Rime Gayo. | Foto: Ist.

Mahdi juga menekankan permasalahan rumah tangga perempuan itu dan suaminya sudah masuk ranah Makamah Syariah. Tinggal menunggu inkrah saja. “Merekapun sudah pisah ranjang dan rumah, sudah lama," katanya. 

Karena itu, tambah Mahdi, tudingan tersebut tidak tepat dan sudah merusak nama baik dirinya dan keluarga. Apalagi menyebarkan video dia sosial media dan membawa nama kantor tempatnya bekerja. "Saya akan melaporkan penyebar video tersebut ke Polda. Sedangkan permasalahan ini kan ranah pribadi saya" tegas Mahdi, dengan nada kesal.

Trisnahayati, 43 tahun, saat dihubungi KBA.ONE, membenarkan bila hubungan rumah tangganya sedang dalam proses cerai di Makamah Syariah menunggu putusan inkrah. 

Surat gugatan cerai Trisnahayati. | Foto: Ist

"Saya dan suami sudah lama pisah ranjang dan tempat tinggal. Dia juga sudah tidak pernah menafkahi, baik lahir dan batin, juga biaya kehidupan anak-anak, sejak satu tahun belakang," beber Trisnahayati.

Trisna menolak dikatakan menjalin hubungan spesial dengan Mahdi. “Kita hanya teman. Kalaupun dibilang ada pendekatan, itu kan hal wajar. Tapi tidak sejauh apa dibayangkan orang. Kita masih tahu aturan agama," bantah Trisna.

Kejadian kemarin, katanya,  dia yang menjemput Mahdi di depan salah satu penginapan di Kota Bireuen. Saat itu mereka pergi bukan berdua saja, tapi ada anak dan keponakan ikut bersama di dalam mobil. “Semuanya kita ber-enam,” jelas Trisna.

Saat dihadang di Kecamatan Juli oleh suaminya, tambah Trisna, untuk menjaga hal tidak diinginkan, dia menyuruh Mahdi pergi melanjutkan perjalanan dan menyelamatkan diri ke Polsek. “Sedangkan saya  bersama anak dan ponakan turun di lokasi tersebut. "Jadi bukan melarikan saya dan mobil saya,” tegas Trisna kepada KBA.ONE.

Sedangkan sebelumnya, Dahri, 54 tahun, suami Trisnahayati, sempat merilis keterangan berbeda. Kepada KBA.ONE, Dahri mengatakan Mahdi dijemput Trisna di salah satu hotel di kawasan Bireuen  menggunakan mobil pribadi merek Honda Jazz merah.

Kemudian dari hotel, masih menurut Dahri, Mahdi dan Trisna pergi ke arah pasar. Baru setelah itu mereka langsung bergerak menuju arah Kabupaten Aceh Tengah. Tapi, ketika sampai di Juli, Dahri yang sudah mengikuti sejak di Kota Bireuen, langsung menghadang dan menghentikan kendaraan mereka.

Saat diketuk pintu mobil, tambah Dahri, mereka tidak mau keluar dari mobil. "Selang beberapa menit, tiba-tiba si perempuan itu keluar dari mobil, sedangkan Mahdi langsung memacu kendaraan menuju arah Aceh Tengah," cerita Dahri.

Kemudian, bersama beberapa temannya, masih versi Dahri, dia menelepon pihak Polsek Pintu Rime Gayo. Akhirnya, Mahdi berhasil dihentikan di wilayah itu. “Dua oknum PNS itu (Mahdi dan Trisna) sudah menjalin hubungan asmara gelap sejak dua tahun lalu,” kata Dahri kepada KBA.ONE.

Dahri menegaskan bahwa Trisna hingga saat  ini masih berstatus istri sahnya. “Buku nikah dan lain-lainnya kita masih ada," jelas Dahri.

Di Polsek Pintu Rime Gayo, Mahdi sempat dimintai keterangan. Kepada polisi di sektor itu Mahdi mengaku awalnya ia berangkat dari Bireuen bersama lima orang, salah satunya Trisna, istri Dahri, dan  anak serta keponakan. Tapi, baru sampai di depan Mako 113 JS, mobil yang dikendarai Mahdi diberhentikan oleh Dahri.

“Hasil interogasi kita, Mahdi  ada pergi sama yang diduga istri orang di Bireuen, sampai ke Juli. Sehingga mereka kita serahkan ke Polsek Juli, dan untuk perkembangannya kami belum tau,” kata seorang petugas kepolisian.

Hasil Pemeriksaan WH Bireuen

Selasa 4 Agustus 2020, Mahdi dan Trisna diperiksa intensif di Kantor Wilayatul Hisbah Bireuen. Dalam pemeriksaan, pihak WH menilai kasus tersebut tidak masuk dalam unsur khalwat. “Yang dikatakan khalwat, dua pasangan yang ada di tempat sepi dan tidak ada orang lain. Namun, itu tidak terpenuhi,” kata Usman, pembantu penyidik di WH Bireuen, kepada KBA.ONE, Selasa. 

BAP Aingkat WH Bireuen. | Foto: Ist

Usman menjelaskan Mahdi tidak hanya berdua dengan Trisna di mobil.  “Tapi, di dalam mobil ada empat orang anak berusia 16 tahun, 13 tahun serta yang paling kecil anak berusia 11 tahun dan sudah berakal,” kata Usman.

Usman mengakui bahwa saat ini Trisna dan suaminya sedang menunggu inkrah terkait gugatan perceraian di Mahkamah Syariah. "Secara yuridis, memang dia masih istri sah dari suaminya, karena belum ada keputusan cerai dari makamah syariah," jelas Usman. | KHADAFY, Aceh Jaya dan KOMAR, Bireuen.

Komentar

Loading...