Divonis Mati, 13 Terdakwa Sabu 402 Kg Masih Hadapi Sidang Pencucian Uang

Divonis Mati, 13 Terdakwa Sabu 402 Kg Masih Hadapi Sidang Pencucian Uang
Pengadilan Negeri Cibadak Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)

KBA.ONE, Sukabumi - 13 orang terdakwa pada kasus narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional mendapat vonis mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (6/4) kemarin.

13 terdakwa masing-masing 4 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Iran dan Pakistan. Hossein Salari Rashid, Mahmoud Salari Rashid (pria), dan Atefeh Nohtani (wanita) asal Iran, serta Samiullah (pria) asal Pakistan.

Kemudian 9 orang asal Indonesia mereka adalah Amu Sukawi alias Beka, Basuki Kosasih, Ilan, Suhendar alias Batak, Nandang, Riris Rismanto, Yunan Febriantono, Yondi dan M Iqbal. Sementara WNA antara lain Hoosein Salari Rasyid, Samiullah, Mahmoud Salari Rasyid dan Atefeh Nohtani.

Belasan orang yang saat ini berstatus terpidana itu tidak lantas mendapat hukuman sesuai vonis yang dijatuhkan. Meski tidak secara terperinci, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mengatakan mereka masih akan menjalani sidang lainnya terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Sementara mereka masih akan menghadapi TPPU, akan kita sidangkan. Karena masih saling berkaitan, maka mereka masih dalam penahanan Lapas Warungkiara," kata Bambang Yunianto, Kejari Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/4/2021).

Selepas TPPU nanti, dijelaskan Bambang perjalanan para terpidana nanti nya masih akan menempuh perjalanan panjang. Mereka masih memiliki hak untuk menempuh tahapan selanjutnya yakni banding.

"Mereka punya hak untuk melakukan upaya hukum ini nanti mudah mudahan kalau kita inginnya pelaksanaannya bisa segera tetapi kita harus mengikuti peraturan undang-undang yang berlaku dimana mereka diberikan kesempatan untuk melakukan upaya hukum, tapi prosesnya mungkin memakan waktu," jelas Bambang.

Sependapat dengan JPU, semua tuntutan dikabulkan majelis hakim PN Cibadak. Total 13 orang mendapat hukuman mati dalam satu hari. Menurut Bambang jumlah para terdakwa yang mendapat tuntutan mati itu merupakan yang terbanyak dan menjadi catatan sejarah di Kabupaten Sukabumi.

"Kalau masalah jumlah barang bukti mungkin ada yang sama atau bahkan lebih, tetapi untuk jumlah terdakwanya (yang mendapat vonis mati) mungkin di Kabupaten Sukabumi dikatakan mungkin pertama banyak jumlah orangnya yang dituntut mati itu termasuk terbanyak," pungkas dia.

Dilansir dari laman Detik.com

Komentar

Loading...