Dokter Pribadi Diego Maradona Diselidiki Atas Dugaan Pembunuhan

Dokter Pribadi Diego Maradona Diselidiki Atas Dugaan Pembunuhan
Leopoldo Luque dan Diego Maradona (Image: AFP)

KBA.ONE - Dokter pribadi Diego Maradona, Leopoldo Luque, sedang diinvestigasi atas kematian sang legenda sepak bola Argentina karena dugaan pembunuhan, berdasarkan warta yang beredar.

Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun pada tanggal 25 November lalu, dengan laporan yang beredar menyatakan bahwa ia mati karena faktor natural.

Kendati demikian, Leopoldo Luque, dokter pribadi yang menanganinya, kini sedang diselidiki dan rumahnya sempat digeledah selama dua jam pada hari Minggu (29/11) kemarin.

Sekitar 30 orang anggota kepolisian memasuki rumahnya pada pagi hari waktu setempat ketika dia sedang melaksanakan sarapan dengan anak-anak perempuannya, menurut klaim dari La Gazzetta dello Sport.

Luque merupakan orang yang mengoperasi otak Maradona hanya beberapa pekan sebelum kematiannya dan kini diduga telah melakukan pembunuhan.

"Saya melakukan segalanya untuk menyelamatkan seorang teman, dia seperti seorang ayah bagi saya namun dia memutuskan dirinya untuk menyerah," kata Luque kepada jurnalis sembari menangis, klaim Gazzetta.

"Berkali-kali dia menyingkirkan saya seperti seorang ayah yang keras kepala dan pada keesokan harinya dia menelepon saya: 'Luque, saya merasa lebih baik, menyingkirlah.' Itu terjadi berulang kali karena kami memiliki hubungan yang berbeda."

Sang dokter berkisah tentang bagaimana ia merawat Diego Maradona ketika berada di rumah sakit.

"Suatu hari, saya tidak ingin meninggalkan ruangannya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin berdiri dan meninju saya. Saya katakan kepadanya bahwa dia perlu berdiri terlebih dulu dan kemudian menangkap saya. Saya merasa sedikit terdistraksi dan dia melompat kepada saya, namun saya meraih traget saya karena dia berhasil bangkit dari tempat tidur," sambungnya.

"Keesokan harinya. Saya membuka jahitan dari kepalanya, dan di sanalah, dengan sebuah senyuman, dia berkata: 'Kamu takut ya?' Dia berada di sofa dan menutup matanya, berpura-pura tertidur."

Ada dokumen yang menyebutkan psikolog Maradona meminta secara resmi ambulan di luar rumahnya dan para spesialis lainnya yang tersedia, termasuk seorang ahli syaraf.

"Tentu bukan saya [yang mengambil keputusan ini]," kata Luque. "Kami memutuskan semuanya bersama, segalanya tergantung kepada opini Maradona. Menurun hukum kami, satu-satunya cara yang bisa kami ambil adalah dengan hakim yang memvonisnya tidak mampu secara mental.

"Kami melakukan lebih dari yang kami mampu lakukan, lebih dari yang diinginkan oleh Diego. Saya bertanggung jawab untuk memperpanjang hidupnya. Ada perawat di dalam rumahnya karena saya menggunakan alasan untuk mengoperasinya, namun di luar itu, dia benar-benar baik saja."

Komentar

Loading...