Dokumen Perusahaan Tokopedia Bocor ke Publik, Ini Detailnya

Dokumen Perusahaan Tokopedia Bocor ke Publik, Ini Detailnya
Kantor Tokopedia di Jakarta |Bloomberg

Dokumen mengungkapkan SoftBank menjadi penyuntik dana terbesar dalam pendanaan terakhir Tokopedia. Perusahaan asal Jepang itu menyuntikkan lebih dari USD 3 juta melalui dua sumber dana yang berbeda.

KBA.ONE, Jakarta - Di tengah penggalangan dana yang dilakukan Tokopedia, dokumen kepemilikan saham dan struktur perusahaan startup itu justru bocor ke publik. Dokumen itu dibocorkan KrAsia, digital media yang berbasis di Cina. KrAsia menyebutkan dokumen tersebut diperoleh dari Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM RI.

Di dalam dokumen tertera keterangan tentang PT Tokopedia yang merupakan perusahaan investasi asing dengan total modal Rp339,17 miliar (Rp339.171.883.000). Modal ini didapatkan dari enam putaran investasi, seri A hingga F. Tokopedia menjadi salah satu perusahaan unicorn Indonesia bernilai USD 1 miliar atau sekira Rp14,6 triliun.

Dokumen mengungkapkan SoftBank menjadi penyuntik dana terbesar dalam pendanaan terakhir Tokopedia. Perusahaan asal Jepang itu menyuntikkan lebih dari USD 3 juta melalui dua sumber dana yang berbeda. Selain SoftBank, ada juga Beenos, Global Opportunity PE Fund, dan TG18 Holdings Limited yang terdaftar dalam investor e-commerce yang identik dengan warna hijau tersebut.

Secara total, SoftBank memegang hampir 40 persen saham yang dilepas Tokopedia. Saham disuntikkan melalui sejumlah sumber dana. Saham terbesar SoftBank di Tokopedia dipegang SVF Investment Limited sebanyak 29 persen, yang terhubung dengan Vision Fund milik SoftBank.

SVF merupakan perusahaan di bidang investasi di bawah Softbank Corp. Selain itu, Softbank dikabarkan memiliki saham Tokopedia dari perusahaan lainnya seperti SB Global Champ Fund, SB Global Star Fund dan SB PAN-ASIA Fund yakni sekitar 8,8 persen dari total saham.

Awalnya, investor yang menyuntikkan dana ke Tokopedia adalah East Ventures and Beenos. Tahun lalu, Alibaba juga memberikan pendanaan untuk Tokopedia senilai USD 1 miliar, setara 25 persen kepemilikan saham. "Alibaba masuk melalui Taobao China Holdings, dengan saham yang diperoleh sebesar 25 persen dari saham yang diterbitkan," sebut KrAsia seperti dikutip Rabu, 12 Desember 2018.

Lalu, ada juga Sequoia yang memegang 9,67 persen saham melalui dua sumber dana berbeda. Selain itu terdapat dua perusahaan lain bernama Radiant Pioneer Limited dan Radiant Trinity Limited. Secara total, kedua perusahaan yang terdaftar di Kepulauan Cayman ini mempunyai 12,26 persen saham di Tokopedia.

Sementara pemegang saham individual terbesar Tokopedia adalah William Tanuwijaya, CEO sekaligus co-founder Tokopedia. William mempunyai saham 5,6 persen. Sedangkan vice chairman dan co-founder Tokopedia yang lain, Leontinus Alpha Edison, punya saham sekitar 2,3 persen. Keduanya tercatat sebagai ketua dewan direksi Tokopedia. William sebagai chairman dan Leontinus sebagai vice chairman.

Tak hanya keduanya, beberapa orang dari penyandang dana juga masuk dalam jajaran direksi. Mereka adalah Eun Woo Lee dan Lydia bly Jett dari Softbank, Shailendra Singh dari Sequoia Capital India, serta Joseph Tsai, co-founder sekaligus pendiri Alibaba Group. Sedangkan mantan managing partner SoftBank Capital, Kabir Misra, menjadi pimpinan dewan komisaris.

Salah satu halaman yang memperlihatkan kepemilikan saham Tokopedia | KrAsia

Soal kepemilikan saham Softbank sebelumnya sempat disinggung Bloomberg pada 21 November lalu. Dilansir Bloomberg, Tokopedia sebagai pasar online terbesar di Indonesia, telah menjadi startup paling berharga di negara ini setelah mengumpulkan USD 1 miliar dari investor yang ada termasuk SoftBank. Bloomberg mendapatkan keterangan itu dari "orang-orang yang akrab dengan masalah ini".

Tokopedia, yang didirikan pada 2009 disebut akan menghadirkan persaingan yang lebih tangguh bagi para pesaingnya. Alibaba Group Holding dari Cina kini memperluas bisnis Lazada di Asia Tenggara. Sementara PT Bukalapak.com mendaftarkan ratusan ribu toko sebagai mitra dan Singapore's Sea Ltd melakukan investasi besar untuk memperluas bisnis e-commerce.

***

Namun, Kasubag Peliputan dan Media BKPM, Iwan Ungsi menyatakan bahwa data yang dicatut KrAsia dalam pemberitaan itu bukan milik BKPM. "Datanya bukan dari BKPM. Kami nggak punya data series (pendanaan) shareholder seperti dituliskan," ujar Iwan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Senin, 10 Desember 2018.

Menurut KrAsia, perusahaan startup diwajibkan memperbarui dokumen tersebut kepada otoritas Indonesia. Berdasarkan peraturan BKPM No. 16 tahun 2018 tentang pedoman dan tata cara perizinan dan fasilitas penanaman modal pasal 1 ayat 39, perusahaan yang mendapat investasi wajib memberi laporan berkala.

Versi terakhir dokumen ini diperbarui pada 27 November. Tanggal ini cocok dengan laporan yang menyebut bahwa Tokopedia sempat mendapat pendanaan sekitar November.

***

KrAsia menyebutkan, Tokopedia mengonfirmasi jumlah nilai investasi dari SoftBank dan Alibaba mencapai USS 1,1 miliar. Lebih tinggi dari yang dilaporkan sebelumnya oleh Bloomberg.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan perusahaan akan terus fokus pada pasar Indonesia. Ia ingin menggunakan dana untuk membangun teknologi dan infrastruktur yang memberdayakan bisnis lokal dan meningkatkan pelanggan. "Dalam sembilan tahun pertama kami, Tokopedia fokus untuk membangun pasar terbesar di Indonesia untuk barang fisik dan digital. Memasuki tahun kesepuluh kami, Tokopedia mengembangkan ekosistem kami menjadi infrastruktur-as-a-service di mana teknologi logistik, pemenuhan, pembayaran, dan layanan keuangan kami akan memberdayakan perdagangan, baik online maupun offline," ujar William.

Sementara Kenny Ho, kepala investasi untuk Asia Tenggara dan India di Alibaba Group mengatakan, “Kami sangat antusias untuk memperdalam hubungan kami dengan Tokopedia dalam memajukan bisnis kecil Indonesia dan mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia.”

Komentar

Loading...