Dorong LKS, Bank Aceh Syariah Tambah Aset di 2020

Dorong LKS, Bank Aceh Syariah Tambah Aset di 2020
Acara Bank Aceh gathering bersama insan pers di Banda Aceh. | Foto: KBA.ONE

KBA.ONE, Banda Aceh - Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman mengajak semua pihak untuk mendorong Lembaga Keuangan Syariah (LKS) agar lebih baik ke depan, sebab terbukti saat ini Bank Aceh Syariah tumbuh sangat positif.

Bank Aceh Syariah (BAS) saat ini bertambah aset per 30 November tahun 2020 tercatat sebesar Rp25,7 triliun dan telah mengalami pertumbuhan sebesar 2,1 persen, pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp22,1 triliun tumbuh sebesar 1,5 persen, pembiayaan dari Rp13,7 menjadi Rp15,05 triliun, artinya pertumbuhan bank syariah terus meningkat.

"Secara nasional gabungan aset bank daerah jika digabung mencapai Rp.800 triliun, dan itu nomor tiga aset terbesar secara nasional," kata Haizir Sulaiman, pada acara Bank Aceh Media Gathering, Selasa 29 Desember 2020, di salah satu hotel berbintang di Banda Aceh.

Jika bank daerah bergabung secara nasional, tidak perlu ada ketakutan dengan kekuatan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempengaruhi laju pertumbuhan bank daerah, sehingga Bank Aceh Syariah siap mengambil peran ditingkat nasional, ujar Haizir.

Melihat pertumbuhan perbankan syariah jelang akhir tahun 2020, Haizir Sulaiman optimis bahwa ke depan di Aceh akan terus tumbuh perbankan syariah sesuai kepercayaan masyarakat sesuai dengan faktor spritual, rasional, dan emosianal.

Dalam analisa karakter nasabah bank syariah ada tiga tingkatan, paling banyak karakter nasabah yang rasional sebanyak 80 persen yang mengharapkan pelayanan perbankan syariah harus optimal sehingga nasabah seperti ini akan mempertahankan sistem syariah.

Jika karakter nasabah emosional saat ini hanya ada 10 persen yang mempertahankan bank syariah lantaran hubungan dekat dan memiliki hubungan secara emosional sehingga mereka bertahan.

Namun, yang paling militan adalah nasabah yang memiliki spirit yang kuat untuk mempertahankan sistem syariah karena sesuai karakter kehidupan orang Aceh yang kental dengan keislamannya.

"Untuk itu perlu kita pertahankan LKS dengan mengharapkan memiliki nasabah dengan kekuatan spritualnya tinggi sehingga perbankan syariah bisa menjadi tuan rumah di negeri syariah ini," ujar Haizir.

Di hadapan para awak media, Hazir Sulaiman mengajak semua pihak melihat perspektif Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk mendorong nasabah memiliki emosional dalam menjadikan bank syariah sebagai habitatnya, membangun pelayanan yang rasional serta memiliki nilai spiritual dalam kehidupan perekonomian agar terhindar dari riba.

Disisi lain, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Tarmilin Usman, mengajak media untuk mengawal perbankan syariah agar terus tumbuh menjadi bank solusi bagi umat Islam, sebutnya.

"LKS itu harus dipertahankan menjadi urat nadi kehidupan ekonomi masyarakat di Aceh," harap Tarmilin Usman.***

Komentar

Loading...