DPRK Pidie Kebut Pembentukan AKD

Oleh ,
DPRK Pidie Kebut Pembentukan AKD
Suasana pemilihan BKD Pidie | Foto: Marzuki

KBA.ONE, Pidie -Menjelang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang dijadwalkan pada Senin 11 November 2019, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, kebut rampungkan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Dalam rapat musyawarah pembentukan AKD, Jumat 8 November 2019, kondisi rapat terlihat dinamis, dimana sejumlah anggota dewan melakukan interupsi terkait pemilihan lima anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Pola pemilihan anggota BKD tersebut, Ketua DPRK Pidie, Muhfuddin Ismail, selaku pimpinan rapat menyatakan aturan bahwa anggota BKD yang dipilih sebanyak lima orang, masing-masing fraksi mengajukan satu orang calon. Sementara ada tujuh fraksi di DPRK Pidie. Ke tujuh fraksi tersebut masing mengajukan satu calon BKD.

Pemilihan dilakukan dengan cara voting suara melalui pengisian formulir pemilihan. Namun saat penghitungan suara sedang berlangsung, tiba-tiba dihentikan oleh ketua dewan, lantaran ada sejumlah formulir suara yang terisi tidak lengkap lima orang calon BKD.

Lalu ketua dewan mengusulkan untuk melakukan pemilihan ulang, peluang demikian dimanfaatkan peserta rapat dengan melancarkan sejumlah interupsi. Salah satunya adalah menyangkal pernyataan ketua dewan bahwa jika memilih tujuh orang sesuai dengan usulan fraksi tidak sah. Tetapi memilih kurang dari lima orang itu dianggap sah.

Ketua dewan memberi argumen, bahwa suara yang dianggap sah adalah lima orang, jika lebih duanggap tidak sah.

"Pimpinan tidak menyebutkan jika seorang yang memilih  kurang dari lima orang tidak sah. Mohon penjelasan," ujar Abdullah dari Fraksi Demokrat.

Kemudian, disanggah pimpinan dewan bahwa sudah terlebih dahulu telah disampaikan dalam rapat musyawarah.

"Sudah berulang kali saya sampaikan, bahwa setiap anggota dewan wajib memilih lima orang calon anggota BKD, jika lebih suaranya tidak sah. Begitupun jika kurang dari lima nama juga tidak sah," ujar Mahfuddin Ismail.

Hasil dari pemilihan ulang, Rostina dari fraksi Fraksi partai Gerindra terpilih sebagai ketua BKD dengan perolehan 33 suara. Disusul Jailani HM Yakop dari fraksi Partai Aceh, 32 suara. Kemudian Muhammad Khaizir dari Fraksi Nanggroe Restorasi memperoleh 32 suara.

Disusul, Abdul Manaf dari Fraksi Partai Daerah Aceh (PDA), 30 suara dan Syarifuddin Dari Fraksi Golkar 26 suara. Dengan demikian seluruh alat kelengkapan dewan telah terbentuk, termasuk Badan Anggaran dan Badan Legislasi dan Badan Musyawarah.

Komentar

Loading...