Dream-dream Boh Drien Buloh

Dream-dream Boh Drien Buloh
Pohon durian. | Foto: Jerseysu.com

Angin kencang yang melanda Aceh beberapa waktu terakhir menjadi faktor pemicu durian jatuh sebelum waktu musim tiba.

KBA.ONE, Aceh Utara -  Aroma harum menyengat dan pemandangan hijau tak biasa yang menyejukkan mata, terlihat di Desa Buket, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat lebih mengenal kawasan itu dengan nama Buloh, akronim dari nama Gampong Buloh Blang Ara. Inilah saatnya musim durian tiba di desa Buloh!

Bagi penikmat boh drien (buah durian), nama Gampong Buloh Blang Ara bukan sesuatu yang asing di telinga. Ini kampung yang dijuluki surga durian karena kelezatan rasa buah berduri itu. Jika musim panen durian tiba, orang-orang dari segala penjuru datang berbondong ke desa ini hanya untuk berburu durian enak, lemak, dan gurih ala Desa Buloh.

Para pengumpul durian berbaris sepanjang sisi kanan dan kiri jalanan nasional Banda Aceh-Medan itu. Sambil bercengkerama, agen-agen buah durian itu bersabar menunggu pembeli. “Ini bagus, enak, wangi lagi,” kata seorang pedagang saat kendaraan yang ditunggangi KBA ONE menepi, Sabtu 21 Juli 2018. 

Mereka tampak sigap dan bergegas bangun dari tempat duduknya, menghampiri siapa saja pengendara yang berhenti dan menepi. Mereka menyapa ramah dengan jurus pemikat yang berbeda-beda pula. Orang-orang yang pernah mencicipi enak dan lemaknya durian Buloh Blang Ara, biasanya, selalu mampir di sepanjang jalan ini jika datang musim durian. 

Durian Buloh yang baru jatuh dari pohon. | Foto: Try Vanny.

Tapi, tunggu dulu! Sebenarnya, sensasi berburu durian Buloh Blang Ara bukan cuma membeli dari para agen di sepanjang jalan nasional desa itu saja. Lebih seru dan menantang itu, ya, berburu menunggu durian jatuh dari pondok-pondok kecil di sekitar kebun durian warga. Seperti yang KBA ONE lakukan Sabtu itu.

Dari pondok milik Miranda Amir, 24 tahun, seorang warga Buloh, kami memutuskan perburuan durian dimulai. Sayangnya, durian jarang jatuh pada siang hari. Apalagi, angin bertiup sepoi-sepoi. Sehingga, jikapun ada, hanya satu atau dua buah durian saja yang jatuh.

Di sekitar pondok Miranda, pohon durian itu tumbuh menjulang di antara pepohonan rambutan dan pinang. Buahnya menggelayut di antara dahan dan ranting yang hijau kekuning-kuningan. “Kalau malam atau pagi lebih banyak jatuhnya,” kata Miranda meyakinkan KBA ONE

Di sekitar kebun Miranda terdapat pondok berukuran 1,5 meter x 2 meter. Di sanalah tempat bersantai menunggu buah durian jatuh. Suasana pada Sabtu itu tampak meriah. Banyak orang silih berganti berdatangan hanya untuk berburu durian Buloh.

Tapi, Miranda mewanti-wanti mengingatkan kami.  “Kali ini beli durian harus ekstra hati-hati. Banyak durian yang rasanya tawar, tidak manis. Ini karena musim kemarau yang berkepanjangan. Durian itu bagusnya musim penghujan,” kata Miranda sembari berjalan berkeliling dari satu pohon durian ke pohon durian lain untuk melihat buah durian yang jatuh. 

Miranda juga mengingatkan satu hal lagi kepada KBA ONE agar jika mendengar suara durian jatuh tidak langsung mengejar dan mencari durian di bawah pohon. “ Ini berbahaya karena bisa jadi buah durian lainnya akan menyusul jatuh,” kata Miranda 

Sekitar tiga jam menunggu di kebun Miranda, hanya empat buah durian yang jatuh. Satu di antaranya berasa tawar, rasanya hambar ketika dimakan. Sedangkan empat lainnya, buahnya ranum, manis, lemak dan tentu tebal. Inilah ciri khas buah durian Buloh.

Memang, angin kencang beberapa waktu terakhir menjadi faktor pemicu durian jatuh sebelum waktunya. Seharusnya, kata Miranda, panen durian di Desa Buloh terjadi pada bulan Agustus. Tapi, karena musim badai angin hampir merata di Aceh, bahkan kecepatan angin bisa mencapai 40 hingga 70 kilometer perjam,  memaksa durian-durian itu jatuh sebelum musim panen tiba sehingga rasanya hambar.

Tapi, kami bersyukur mendapatkan beberapa buah durian Buloh yang manis dan lezat. Kami pun langsung menyantapnya dengan lahap dan penuh semangat. Tapi, bagi Anda yang gemar makan buah durian dengan ketan, di sekitar pondok-pondok durian desa itu juga ada menyediakan ketan panggang. Harganya cuma Rp1.000,- per bungkus. 

Ciri khas durian Buloh yang lezat dan nikmat. | Foto: Try Vanny.

Sedangkan harga durian di sekitar pondok itu juga tak terlalu mahal, yaitu berada pada kisaran Rp13.000,- per buah. Ini jika beli dalam jumlah besar. Berbeda lagi jika ingin membeli di pohonnya, Anda bisa nego langsung dengan pemilik kebun yang banyak bersantai di sejumlah warung kopi kawasan Desa Buloh.

Ayo buruan ke Desa Buloh! Musim durian masih sebulan ke depan. Jika Anda ingin menuju Buloh, bisa menggunakan rute jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh, begitu tiba di Simpang Buloh, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, maka berbeloklah ke kiri.

Ikuti jalanan beraspal itu lurus sekitar sepanjang 18 kilometer. Begitu tiba di Pasar Buloh Blang Ara, maka Anda memasuki sentral durian di Kabupaten Aceh Utara. Atau, Anda bisa langsung berburu mimpi makan durian lezat di pondok-pondok kebun warga Desa Buloh sembari membunuh rasa penat yang menjerat!

Komentar

Loading...