Dugaan Ijazah Palsu, Sukur: Disdik Bener Meriah Pernah Kehilangan Blanko Ijazah

Dugaan Ijazah Palsu, Sukur: Disdik Bener Meriah Pernah Kehilangan Blanko Ijazah
Blanko ijazah. | Foto: Acehtrend.com

KBA.ONE, Takengon - Akhir-akhir ini media sosial ramai memperbincangkan tentang dugaan ijazah palsu oleh sejumlah oknum perangkat desa di Kabupaten Aceh Tengah. Ijazah itu dikabarkan bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Seperti dikatakan salah seorang aktivis di Aceh Tengah, Badri, kepada awak media beberapa watu yang lalu, menyampaikan ijazah paket B dan C yang digunakan oknum perangkat desa diduga palsu.

Kata dia, dugaan itu muncul setelah nama di ijazah berbeda dengan nama pemilik nomor induk dan nomor peserta ujian yang tidak sesuai dengan peserta ujian paket B dan C pada tahun dikeluarkannya ijazah tersebut. "Modus operandinya ialah menukar data diri pada Ijazah,” kata Badri sembari menyebut telah mengantongi sejumlah kopian ijazah diduga palsu tersebut.

Ironisnya, kata Badri, puluhan ijazah yang diduga palsu itu telah digunakan oleh sejumlah perangkat desa di Kabupaten Aceh Tengah sebagai syarat administratif mereka hendak duduk sebagai perangkat desa.

"Selain melanggar perundang-undangan, perbuatan ini adalah penghinaan bagi dunia pendidikan. Oleh sebab itu, kami mendesak Bupati Aceh Tengah untuk segera memerintahkan jajarannya menindak lanjuti dugaan penggunaan Ijazah palsu ini," tutup Badri.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur, mengatakan dugaan ijazah palsu yang diutarakan oleh aktivis di Gayo itu benar adanya. Menurut dia, pihak dinas sempat kehilangan berkas blangko ijazah dari ruangan kepala bidang (kabid) yang menangani paket B dan C.

Informasi itu, kata Sukur adalah laporan dari Kabidnya sendiri. Almarhum kabidnya itu pernah menyampikan kehilangan berkas ijazah, sejak informasi itu disampaikan, setiap ijazah paket B dan C yang dilegallisir dilakukan tahap verifikasi.

“Untuk hari ini kami telah menahan dua ijazah diduga palsu. Hal itu kami ketahui ketika dua orang hendak melegalisir, namun setelah kita sesuaikan nomor ijazah tersebut dengan data yang ada. Nomor itu tidak sesuai dengan nama pemiliknya,"kata Sukur, Rabu 13 Januari 2021.

Kedua ijazah yang ditahan itu diduga baru dimiliki beberapa bulan terakhir, namun tercantum tahun 2010 yang lalu. Bahkan, dari pengakuan pemilik, ijazah itu dibeli dari seseorang. Sukur mengakui blangko ijazah itu asli dan tanda tangan yang tertera merupakan tanda tangannya sendiri yang di scan beserta stempel basah, namun nama pemilik tidak sesuai.

“Kami telah mewanti-wanti ada ijazah paket B atau paket C yang dilegalisir, akan kami pastikan nomornya apakah sesuai dengan Daftar Nominasi Tetap (DNT) yang ada,” Jelas sukur, ke depan pihaknya akan lebih ketat dalam hal legalisir ijazah.

Bahkan, hingga saat ini pihaknya telah menahan belasan dugaan ijazah palsu tersebut dikantor Dinas Pendidikan Bener Meriah. Penahanan itu dilakukan jika sewaktu-waktu pihak kepolisian meminta bukti.

Menurutnya, ada oknum yang telah memfitnah dirinya turut terlibat dalam pemalsuan ijazah itu. Bahkan kata dia, dirinya adalah korban. Saat ini, Sukur telah mengantongi tangkapan layar dari unggahan salah satu akun Facebook yang menyebutkan bahwa ia menerima aliran uang Rp5 juta untuk satu ijazah. | KARMIADI, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...