Dunia Berubah karena Corona, 3 Astronot dari Luar Angkasa Kaget

Dunia Berubah karena Corona, 3 Astronot dari Luar Angkasa Kaget
Astronot di luar stasiun ISS.

Bumi masih terlihat sama memesona dari atas sini, jadi sulit untuk percaya semua perubahan yang terjadi sejak kami berada di sini (luar angkasa). | Meir, astronot

KBA.ONE, Jakarta – Tiga astronot telah kembali ke Bumi setelah lebih dari 200 hari bekerja dan tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dari ISS mereka menyaksikan penampakan Bumi selama pandemi Virus Corona atau COVID-19, sebelum kembali dengan cara yang tak biasa akibat lockdown yang terjadi di berbagai negara.

Kapsul Soyuz yang mengangkut astronot NASA Andrew Morgan dan Jessica Meir, serta Oleg Skripochka dari Badan Antariksa Rusia Roscosmos, mendarat pada hari Jumat pekan lalu di dekat kota Dzhezkazgan, Kazakhstan, pukul 11.16 waktu setempat.

Kapsul tersebut mendarat di bawah parasut putih-oranye bergaris, sekitar 93 mil sebelah tenggara Dzhezkazgan di Kazakhztan tengah.

Pejabat pemerintah Rusia mengatakan, mengambil langkah-langkah ketat untuk melindungi awak di tengah pandemi. Tim pemulihan dan tenaga medis yang ditugaskan untuk membantu kru keluar dari kapsul dan pemeriksaan setelah penerbangan, telah berada di bawah pengawasan medis selama hampir sebulan, termasuk tes untuk Virus Corona.

Dilansir Independent, Minggu 19 April 2020, awak astronot itu tampak tersenyum ketika mereka berbicara dengan para ahli medis yang memakai masker. Setelah pemeriksaan, para kru diterbangkan dengan helikopter ke Baikonur, dari mana Skripochka akan dibawa kembali ke Moskow.

Sementara itu, Morgan dan Meir harus diantar dari Baikonur ke Kyzyl-Orda sekitar 190 mil jauhnya, untuk diterbangkan ke Amerika Serikat. Perjalanan ini cukup berat mengingat pemerintah Kazakhstan saat ini tengah menerapkan karantina di tengah pandemi Corona.

Morgan menyelesaikan misi selama 272 hari pada penerbangan pertamanya ke luar angkasa. Dia telah melakukan tujuh penjelajahan luar angkasa, di mana empat di antaranya adalah untuk meningkatkan dan memperpanjang umur stasiun Alpha Magnetic Spectrometer yang berfungsi mencari bukti materi di alam semesta.

Meir dan Skripochka menghabiskan 205 hari di ruang angkasa, di mana mereka pernah membawa pesawat ruang angkasa dengan tiga awak perempuan pertama bersama rekannya Christina Koch, yang sudah kembali dari luar angkasa Februari lalu.

Berbicara dari pos yang mengorbit sebelum kembali ke Bumi, para awak mengatakan bahwa dunia secara drastis telah berubah karena pandemi akan menjadi sebuah tantangan. Morgan mengatakan kru berusaha tetap membaca berita selama di ruang angkasa, namun cukup sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

"Sangat nyata bagi kita untuk melihat seluruh situasi ini berlangsung di Bumi. Kami dapat memberitahu Anda bahwa Bumi masih terlihat sama mempesona seperti biasanya dari atas sini, jadi sulit untuk percaya semua perubahan yang terjadi sejak kami berada di sini," kata Meir.

Kru pengganti yang terdiri atas Chris Cassidr dari NASA, Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner dari Rusia telah tiba di ISS sejak 9 April lalu. Sebelum diterbangkan ke ruang angkasa, mereka telah dikarantina selama sebulan sebelum terbang dan dalam keadaan baik.***

Komentar

Loading...