Ekspedisi Gila Gubernur NTB ke Puncak Awan Mati

Ekspedisi Gila Gubernur NTB ke Puncak Awan Mati
Pemandangan alam dari atas bukit di Dusun Matemega, Sumbawa, NTB. | Dok. Humas Pemprov NTB

Mereka menyusuri jalan setapak, melintasi hutan rimba yang lebat, turun naik bukit terjal dengan kemiringan hingga 80 derajat. Haris Sudarta yang mengikuti ekspedisi tersebut mengatakan medan yang dilalui amat sulit. "Jangankan musim hujan, di musim kemarau saja tanahnya becek," katanya. Rombongan melintasi jalan dengan mengunakan mobil hardtop empat gardan. Pada bagian roda harus ditambah 'selimut' rantai guna mencegah lumpur bikin seret pergerakan ban.

CaptionRombongan Gubernur NTB Zulkieflimansyah berjalan menuju Dusun Matemega di Sumbawa, NTB. | Dok. Humas NTB

Lintasan melalui hutan perawan dengan banyak mata air. Setelah melalui perjalanan selama tujuh jam, akhirnya mereka sampai di Desa Matemega. Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Sagara, Robby Sahrulllah mengatakan ada jalur lain yang lebih dekat untuk menjangkau Dusun Matemega, yakni dari Kecamatan Alas di Kabupaten Sumbawa. Jarak dua tempat ini sekitar 12 kilometer.

Hanya saja, menurut dia, lintasan yang dilalui lebih menantang. Hanya lima kilometer jalan yang dapat dilewati kendaraan off road atau roda empat hardtop dan sepeda motor trail. Selebihnya, wisatawan harus ekstra hati-hati karena medannya berat. Robby menyarankan wisatawan memulai perjalanan saat cuaca cerah atau agak siang supaya kondisi jalan lebih kering karena terkena sinar matahari.

Komentar

Loading...