Ekspedisi Gila Gubernur NTB ke Puncak Awan Mati

Ekspedisi Gila Gubernur NTB ke Puncak Awan Mati
Pemandangan alam dari atas bukit di Dusun Matemega, Sumbawa, NTB. | Dok. Humas Pemprov NTB

Wisatawan yang biasanya datang ke Dusun Matemega berasal dari Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dan Kota Sumbawa Besar. Mereka umumnya ingin menikmati alam yang asri dan berburu kopi. Dusun Matemega juga pernah kedatangan ratusan wisatawan dari berbagai komunitas. Merfeka datang dari berbagai kota, yakni Mataram, Alas, dan Sumbawa Besar.

CaptionGubernur NTB Zulkieflimansyah menuruni tangga rumah penduduk Dusun Matemega di Sumbawa, NTB. | Dok. Humas NTB

Para wisatawan biasanya menginap di rumah-rumah penduduk. Selain bulan Agustus saat panen kopi, wisaatawan juga datang di bulan April ketika musim durian tiba. "Oleh-oleh khas Dusun Matemega adalah kopi, durian, atau sayur pakis," ucap Suha.

Selama berada di Dusun Matemega, jangan lewatkan menikmati air terjun Matemega dan Lamende. Air terjun Matemega memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan kolam tumpahnya berdiameter tujuh meter. "Asyik berenang di situ," kata Robby. Wisatawan juga dapat merasakan segarnyaa air di Brang (sungai) Lamede, Brang Telita, dan Brang Smit.

CaptionRombongan Gubernur NTB Zulkieflimansyah beristiraht sejenak saat berjalan menuju Dusun Matemega di Sumbawa, NTB. | Dok. Humas NTB

Selain berwisata ke Dusun Matemega, Robby Sahrullah merekomendasikan wisatawan mampir ke Dusun Lamede yang letaknya bersebelahan. Warga Dusun Lamede terkenal sebagai petani kemiri dan durian. ***

Komentar

Loading...