Ekspor Menjadi Alternatif Naikan Perekonomian Aceh

Ekspor Menjadi Alternatif Naikan Perekonomian Aceh
Ilustrasi. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banda Aceh, Achris Sarwani mengatakan seharusnya sektor ekspor bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh, karena daerah ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang besar.

Achris mengungkapkan tetapi kini Aceh masih memiliki nilai tambah yang kecil, yaitu dari sisi ekspor karena selama ini Aceh hanya mengekspor bahan baku (bahan mentah). “Inilah upaya kita terkait dengan bagaimana nilai ekspor yang besar,” katanya.

Di satu sisi, kata dia, pihak terkait juga harus melihat dan mendorong kelancaran ekspor dari sisi logistik, fasilitas perbankan. “Apabila kita sudah berhasil menambah jumlah komoditas yang bisa diekspor, kita juga mempunyai keyakinan ekspor kita akan berjalan lancar secara logistik maupun keuangannya,” ungkap Achris.

Terkait ekspor dan impor di Aceh, bank syariah seperti tiga bank yang sudah dimerger pada awal Februari 2021 yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah harus melakukan layanan ekspor, sebagaimana dulunya yang dilakukan oleh perbankan konvensional.

Kepala BI Perwakilan Aceh, Achris Sarwani didampingi CEO Regional I Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, Nana Hendriana melakukan wawancara bersama wartawan di Banda Aceh, Rabu 24 Maret 2021. | Foto: KBA.ONE, Ulfah

Selain itu, Achris juga menyebutkan target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021 yaitu 4,2 persen sampai 4,6 persen, dan Aceh antara 3,2 persen sampai 3,6 persen. Sebelumnya, di tahun 2020 kontraksi ekonomi secara nasional yaitu 2,07 persen dan Aceh sekitar 2,4 persen.

Ia berharap di 2021 semua bisa berbalik dan reborn dengan sungguh-sungguh, khususnya di sektor ekspor dan impor.

Halaman12

Komentar

Loading...