Empat Kontainer Kopi Gayo Dilepas ke Pasar Global

Empat Kontainer Kopi Gayo Dilepas ke Pasar Global
Acara pelepasan ekspor empat kontainer kopi Gayo ke pasar Global. | Foto: KBA.ONE, Karmiadi

KBA.ONE, Takengon - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melepas empat kontainer kopi arabika Gayo milik Kopepi Ketiara dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Permata Gayo untuk diekspor, Kamis 3 Desember 202, di Gudang Kopepi Ketiara, Kampung Umang Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelepasan komoditi kopi senilai Rp5 miliar ini, ditandai dengan pengecekan kontainer dan dokumen ekspor, serta penyalaan sirine. Ini dilakukan secara nasional, melalui program pelepasan ekspor produk Indonesia yang bernilai tambah dan suistainable ke pasar global secara hybrid.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, rasa bangga atas terpilihnya Kabupaten Aceh Tengah sebagai satu dari 14 titik pelepasan ekspor produk nasional, yang hari ini dilepas serentak secara virtual dan dipusatkan dari Lamongan, Jawa Timur.

Dengan pencanangan kegiatan pelepasan ekspor ke pasar global yang diinisiasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, dapat menggairahkan kembali semangat para petani yang beberapa waktu kebelakang terdampak akibat lesunya permintaan pasar global.

“Dengan menggeliatnya kembali kran ekspor kopi ke pasar global, dapat menstimulasi pangsa pasar dan menstabilkan harga yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” kata Shabela.

Shabela berharap Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat, terutama Kementerian Perdagangan untuk mendukung program yang saat ini diusung Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menjaga brand, stabilitas harga, dan rantai pasok kopi Gayo dalam menghadapi persaingan global.

“Kami menaruh harapan, program-program peningkatan kualitas dan kuantitas serta efisiensi ekspor kopi Gayo kiranya mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama pemerintah atasan,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan percepatan optimalisasi resi gudang dan pembangunan dry port, dapat segera terwujud.

Sementara, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di sela-sela acara tersebut menegaskan pelepasan ekspor kopi yang digelar hari ini memiliki nilai strategis untuk mendukung peningkatan ekspor non migas Indonesia secara umum.

Nova mengungkapkan dengan digelarnya pelepasan ekspor kopi dari sumber produksinya ini, dapat mempertegas eksistensi kopi Gayo sebagai komoditi ekspor unggulan nasional.

Ia menegaskan saat ini Pemerintah Aceh sedang menggencarkan berbagai upaya untuk mendorong sektor perekonomian berbasis ekspor. Untuk itu, program-program yang mengarah pada peningkatan volume dan nilai produk ekspor akan mendapat perhatian dalam arah kebijakan perdagangan Pemerintah Aceh.

“Jadi pelepasan ekspor kopi ini tentu mendapat apresiasi dan dukungan dari kami, karena dapat menyeimbangkan neraca ekspor Indonesia. Semoga momentum ini semakin mempertegas komoditi Kopi Gayo sebagai komoditi ekspor unggulan Indonesia," tutup Nova.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor kopi ini, yakni Staf Ahli Menteri Perdagangan RI, Arlinda, Bupati Bener Meriah, Tgk. Sarkawi, dan Kepala Dinas Perindag Aceh, Mohammad Tanwier.*** | Karmiadi, Kontributor Aceh Tengah

Komentar

Loading...