Enam Pengedar Sabu Sindikat Internasional Diamankan

Enam Pengedar Sabu Sindikat Internasional Diamankan
Para pelaku dihadirkan saat konfrensi pers. | Foto: KBA.ONE, Try Vanny

KBA.ONE, Lhokseumawe - Enam orang pengedar sabu sindikat Internasional, diamankan Sat Narkoba Polres Lhokseumawe dengan barang bukti 1 kg sabu yang dikemas dalam bungkusan teh cina, Selasa 10 Maret 2020.

Waka Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan mengatakan, para pelaku berinisial SY, 49 tahun, F, 34 tahun, FR, 37 tahun, MJ, 39 tahun, dan MN, 35 tahun, ditangkap dilokasi yang berbeda.

“Awalnya polisi menangkan SY dan F di Lhokseumawe. Tersangka F berperan untuk meyakinkan pembeli dan SY berperan menyediakan buku rekening,” kata Ahzan.

Sedangkan tersangka FR, ditangkap saat berada di Bank BNI Lhokseumawe. Ketika itu tersangka FR diajak berjumpa oleh SY untuk membayar uang sabu senilai Rp600 juta. Lalu petugas menyuruh FR menelpon pemilik sabu berinisial MJ, untuk mengatakan uang tersebut sudah ada dan meninta bertemu di Jalan KKA – Bener Meuriah.

"Setiba dilokasi pemilik sabu itu berhasil melarikan diri, dan masih buron sampai sekarang," katanya.

Lalu pada kamis, 12 Maret 2020 sekitar pukul 01.00 WIB, petugas kembali mendapat laporan bahwa MJ berada di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Setiba dilokasi petugas berhasil menangkap pelaku, namun saat penggeledahan polisi tidak menemukan barang bukti di tubuh pelaku.

"Tersangka mengakui sabu itu dititip di tersangka MN yang ada di Gampong Mesjid Peuteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Namun pelaku MN menyimpan sabu itu di rumah neneknya di Kuta Makmur," ujarnya.

Setiba di lokasi, polisi berhasil mendapatkan barang bukti 1 kg sabu dan satu paket sabu seberat 22,38 gram yang diakui diperoleh dari AL yang berada di Medan.

"Dari pengakuan AL, sabu itu didapatkan dari bandar yang berada di Malaysia berinisial D, dan saat ini menjadi buron kita," tutur Ahzan.

Para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Lhokseumawe, dan diancam dengan hukuman mati atau kurungan seuumur hidup. *** 

Komentar

Loading...