ESI Aceh Tengah Seleksi Atlet Menuju Eksebisi PON 2024  

ESI Aceh Tengah Seleksi Atlet Menuju Eksebisi PON 2024  
Pengurus daerah Electronic Sports Indonesia (ESI) Aceh Tengah). | Foto: Ist

KBA.ONE, Takengon - Pengurus daerah Electronic Sports Indonesia (ESI) Aceh Tengah, saat ini tengah melakukan penjaringan atlet untuk ikut dalam tahap seleksi lanjutan menghadapi event eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua dan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ketua ESI Cabang Aceh Tengah, Wen Rahman, mengatakan penjaringan para atlet e-sports Mobile Game Free Fire, Mobile Legends, E Football PES 2021 sedang berjalan. Selanjutnya kata dia, akan mengikuti seleksi oleh ESI Provinsi Aceh.

“Alhamdulillah, potensi atlet untuk Cabor ESI di Aceh Tengah lumayan banyak, selain menjaring untuk seleksi PON, kami menyeleksi calon atlet e-sport di dataran tinggi Gayo," kata pria yang kerap disapa Wyra itu, Rabu 25 Agustus 2021.

Dilakukanya penjaringan itu, seiring telah dilantiknya para pengurus e-sport kabupaten/kota se-Provinsi Aceh priode 2020-2024 di Banda Aceh, Sabtu 21 Agustus 2021, oleh Ketua Umum Pengurus Besar E-Sport Indonesia (PB-ESI) Provinsi Aceh, Brigjen Muhammad Abduh Ras.

Wen Y Rahman menyebutkan ESI merupakan cabang olahraga baru yang kepengurusanya baru saja dilantik secara kolektif beberapa waktu lalu. Untuk itu, masih ada beberapa keterbatasan dalam proses pembinaan atlet. “Sebelumnya, kami sudah mengusulkan dukungan sarana untuk mendukung pembinaan atlet,” ucapnya.

Untuk Kabupaten Aceh Tengah, sebutnya, atlet e-sport potensial lumayan banyak tetapi harus diseleksi untuk mencari yang terbaik sehingga bisa mewakili Aceh dalam pagelaran eksibisi PON di Papua. “Kalau kami lihat dari perjalanan seleksi, antusiasnya cukup tinggi. Tetapi saat ini, kami mencari yang terbaik untuk mewakili Aceh dalam even tingkat nasional nanti,” sebutnya.

Perkembangan olahraga electronik di Kabupaten Aceh Tengah dalam beberapa tahun terakhir meningkat pesat, seiring dengan masifnya penggunaan smartphone hampir di semua kalangan.

Tugas pengurus e-sport kata Wyra, salah satunya adalah untuk dapat memberi pemahaman antara game online dan atlet e-sport. Beberapa game online yang dimainkan bukan lagi untuk mengisi waktu senggang, tetapi bisa juga menjadi ajang meraih prestasi. Dengan adanya ESI, dapat dibedakan mana yang gamer atau atlet.

Selain itu, ke depan diharapkan kabupaten/kota sudah memikili wasit maupun juri yang berkompeten serta sudah mengantongi sertifikasi, sehingga untuk proses seleksi bisa benar-benar berjalan secara profesional. “Intinya, kita benar-benar ingin melahirkan atlet terbaik. Apalagi kan ESI cabor baru di ranah olahraga dan saat ESI kabupaten sangat perlu dukungan dari semua pihak," ungkapanya.

Seluruh pengurus ESI Aceh Tengah telah mengantongi Surat Keputusan (SK) masing-masing, Wen Rahman berharap semua pengurus memahami tufoksinya, sehingga organisasi itu berjalan dengan baik. Ia komitmen Aceh Tengah dapat berjaya dalam segala situasi terutama di ajang PON 2024. “Kita yakin, Aceh Tengah pasti akan menorehkan yang terbaik dalam ajang ini,” tutupnya.

Anara

Komentar

Loading...