Flower Aceh Kecam Pemerkosaan Anak oleh 10 Pemuda di Langsa

Flower Aceh Kecam Pemerkosaan Anak oleh 10 Pemuda di Langsa
Teks foto : Ilustrasi, tirto.id

KBA.ONE, Banda Aceh - Flower Aceh mengecam pemerkosaan terhadap anak yang masih berusia 16 tahun, yang dilakukan oleh sepuluh orang pemuda di Kota Langsa, Selasa, 16 Maret 2021.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menyebutkan kasus ini menunjukan betapa mekanisme pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak di Langsa masih sangat lemah dan tidak menjadi perhatian serius.

"Harusnya ada strategi yang lebih baik dari pembelajaran dari berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang pernah terjadi di Kota Langsa," kata Riswati, Kamis, 1 April 2021.

Ia menjelaskan, strategi penanganan  harus lebih serius dan konfrehensif. Intervensi kebijakan sangat penting untuk pastikan adanya payung hukum untuk memastikan pelaku mendapat hukuman yang memberikan efek jera.

Kemudian, hukum juga harus menjamin terpenuhinya hak korban mulai dari penanganan kesehatan seperti psikis dan fisik, serta pemulihan, pemberdayaan, hak restitusi, sampai proses reintegrasi yang memihak tanpa pengucilan, dan hak lainnya.

"Upaya edukasi publik dan membangun kesadaran kritis terhadap pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga harus masif. Aceh saat inu darurat kekerasan seksual, jadi intervensinya junga harus sangat serius supaya tidak ada lagi korban lainnya," tambahnya. 

Presidium Balai Syura, Suraiya Kamaruzzaman mengingatkan semua pihak di Aceh untuk serius terlibat dalam penangaan kejahatan seksual di Aceh.

“Ini udah darurat seksual. Semua pihak terkait harus turun tangan untuk mengkampanyekan upaya pencegahan kekerasan seksual disetiap wilayah Aceh," tutur Suraiya.

Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh, Firdaus D Nyak Idin, menilai kasus pelunasan hutang yang diminta bayar dengan pengganti perempuan menunjukkan masih rendahnya penghargaan sebagian kita terhadap perempuan.

"Perempuan masih dianggap rendah dan 'bukan manusia'. Artinya, perjuangan menuju kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan dan anak di Aceh mundur drastis," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi Polres Langsa menangkap sembilan dari 10 pria pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kasus pemerkosaan tersebut terjadi pada Selasa, 16 Maret 2021 sekitar pukul 20.30 WIB, di salah satu rumah kosong di Kecamatan Langsa Kota.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro didampingi Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, mengatakan kasus pemerkosaan tersebut terjadi gara-gara utang piutang sekitar Rp300 ribu. Korban yang masih berusia, 16 tahun, dijadikan sebagai alat pengganti hutang.

Komentar

Loading...