Gaharnya Super Sedan BMW M5

Gaharnya Super Sedan BMW M5
All-New BMW M5 2018 | BMW

Bahan-bahan eksotis juga digunakan BMW M5 di beberapa bagian, seperti kap mesin berbahan aluminium, hingga atap yang terbuat dari Carbo Fibre Reinforced Plastic.

KBA.ONE - Beberapa waktu lalu BMW meluncurkan generasi terbaru sedan mid-size andalannya, 5-Series G30, untuk dijual pada 2017 dan dirakit di Indonesia.

Tidak lama setelah BMW seri 5 meluncur, produsen mobil asal Bavaria tersebut menyertakan varian paling kencangnya, BMW M5. Dari depan, tampak BMW M5 G30 memiliki bumper berbeda dengan bentuk lebih aerodinamis, mengikuti alur bodi yang dinamis.

Bahan-bahan eksotis juga digunakan BMW M5 di beberapa bagian, seperti kap mesin berbahan aluminium, hingga atap yang terbuat dari Carbo Fibre Reinforced Plastic (CFRP).

BMW M5 ini juga memiliki diffuser pada bumper belakangnya yang menemani quad-exhaust, bersama side skirt dan pelek spesial 19" berlabur warna Orbit Grey, dengan opsi pelek berukuran 20'. Pengereman dijamin semakin mantap dengan rem cakram 6 piston di depan, dan 1 piston di belakang, bersemayam di balik kaliper berwarna biru.

Generasi terbaru dari BMW M5 menggunakan basis mesin V8 4.4 liter, dengan menambah turbo kembar, sehingga sanggup melampaui angka 600 HP dan torsi sebesar 750 Nm. Dalam menyalurkan tenaga ke seluruh rodanya, BMW M5 mempercayakan unit transmisi otomatis 8-percepatan, sehingga sanggup melaju jingga kecepatan 305.

Tak seperti generasi sebelumnya, kekuatannya sekarang berada di sistem kemudi M xDrive yang memungkinkan pembagian torsi ke semua roda (all wheel drive). Ini merupakan sistem mutakhir, di mana pengemudi bisa memilih mode tiga, termasuk RWD.

Di Indonesia, Seri 5 merupakan produk rakitan lokal alias completely knocked down (CKD). BMW membangunnya di fasilitas PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara.

Meski berstatus lokal, BMW mengklaim secara kualitas dan performa tidak ada perbedaan dengan versi completely built up (CBU). Bahkan Seri 5 CKD punya banyak kelebihan yang ditawarkan bagi calon konsumennya.

Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania, mengatakan secara harga Seri 5 lokal akan jauh lebih murah dari CBU. Selain itu, masa kepemilikan kendaraan juga lebih cepat dibandingkan versi impor.

Salah satu alasan BMW merakit Seri 5 secara lokal karena faktor penjualannya cukup tinggi. Bisa dibilang, sedan bisnis ini menjadi salah satu model terlaris BMW di Indonesia.

Komentar

Loading...