Terpilih Jadi 50 Besar Desa Wisata Indonesia

Gampong Nusa akan Buka Kembli Rute Wisatawan Manacanegara

Gampong Nusa akan Buka Kembli Rute Wisatawan Manacanegara
Kunjungan Sandiaga Uno ke Gampong Nusa, Aceh Besar disambut meriah oleh masyarakat setempat. | Foto: KBA.ONE, Ayu

KBA.ONE, Banda Aceh - Terpilih sebagai 50 desa wisata bersertifikat Clean, Health, Safety, Environment (CHSE), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengunjungi Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Rabu 20 Oktober 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Sandi menjajaki kuliner yang dipromosikan masyarakat Gampong Nusa. Mulai dari melihat pembuatan bak bili, yaitu kerajinan yang terbuat dari rotan hingga mencicipi berbagai hidangan kuliner, seperti merasakan sensasi renyak keripik oen temurui serta proses memasak kuah beulangong.

Dalam hal ini, Sandi mengatakan kunjungan dari mancanegara menjadi andalan untuk desa wisata yang ingin merasakan eloknya bukit barisan, bermainan permainan tradisional semasa kecil, berkemah dan berkuliner di daerah tersebut.

Ia menyebutkan ada 600 lebih desa di Aceh Besar, mudah-mudahan lebih banyak lagi menjadi desa wisata yang bergerak di bidang ekonomi, mengangkat kegiatan masyarakatnya dan membuka lapangan kerja.

"Apalagi dihari yang penuh berkah, hari milad dari Nabi Rasulullah Saw, semoga sikap-sikap beliau bisa diikuti oleh desa wisata siddiq, amanah, tabliq, fatanah," kata Sandi.

Sedangkan di tengah pandemi, masih banyak destinasi wisata mancanegara dibatasi termasuk wisatawan dari Malaysia. Sandi menyebutkan langkah yang diambil untuk pembukaan rute kepada wisatawan yaitu meminta DPR Aceh memberikan surat kepada pihaknya.

"Ditunggu besok, surat tersebut sudah ada di meja saya untuk untuk dipertimbangkan pada rapat evaluasi berikutnya," tambahnya.

Selanjutnya, Sandi mengungkapkan banyaknya wisatawan dari Malaysia yang merasakan keindahan alam dan menjadi sumber ekonomi masyarakat karena itu kami menunggu surat resmi.

"Karena sekarang ada Bali dan Kepri yang sudah dibuka mulai 14 Oktober, jika keadaan mulai kondusif dengan dukungan pemerintah daerah dan pelaku wisata yang sudah siap dengan protokol kesehatan ini akan kita pertimbangkan," ungkapnya.

Selain itu,  ia juga menyampaikan dari 50 desa wisata terbaik, Gampong Nusa menjadi desa pertama yang mengembangkan desa wisata edukasi tentang pemahaman kebencanaan.

Ia mengingatkan history tsunami 2004, perlu belajar dari apa yang terjadi dan kearifan-kearifan lokal yang bisa diedukasikan khususnya bagi sekolah.

Pada kunjungan ini Sandi juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa Sprei berwarna putih, handuk putih, dan sarung bantal untuk homestay yang ada di Gampong Nusa. "42 homestay sudah memiliki sprei baru," tutupnya.

Disisi lain, salah seorang pengurus Gampong Nusa, Rubama merasa terharu yang sangat besar dengan terpilihnya Gampong Nusa sebagai salah satu dari 50 desa wisata.

Rubama menjelaskan Nusa menjadi desa wisata tidak simsalabim, jadi tetapi dengan perjuangan yang sangat panjang dari tahun 2010.

"Pada saat itu ada yang tidak melirik, tapi kemudian budaya dan lainnya itu tidak dilirik. Tapi Alhamdulillah dengan kedatangan Pak Menteri," ungkapnya.

Ia mengungkapkan homestay di Nusa merupakan berbagai swadaya yang  memulai dari apa yang ada di rumah masing-masing, namun terus berbenah.

"Di homestay kita butuh yang putih dan alhamdulillah sudah diijabah melalui tangan Pak Mentri," tuturnya.

Sementara Bupati Aceh Besar, Mawardi, mengungkapkan impian dari geucik (kepala desa) dan Rubama sudah tercapai dengan menjadikan Gampong Nusa 50 besar desa wisata Indonesia.

"Insya Allah nanti jadi juara pertama di nusantara," ungkapnya. | AYU, Kontributor Banda Aceh

Anara

Komentar

Loading...