Pilkada Medan

Gandeng UAS, Kubu Bobby Tuding Akhyar Politik Identitas

Gandeng UAS, Kubu Bobby Tuding Akhyar Politik Identitas
Ustaz Abdul Somad (tengah) bersama Akhyar-Salman. | Foto: dok. Istimewa.

UAS mengatakan Akhyar-Salman akan memberikan pertolongan kepada kaum duafa dan fakir miskin jika menang Pilkada Medan.

KBA.ONE, Medan - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengampanyekan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi di Pilkada Medan. Kubu lawan Akhyar, Bobby Nasution-Aulia Rachman menuding Akhyar memakai politik identitas dengan menggandeng UAS.

Dukungan UAS kepada Akhyar-Salman itu disampaikan dalam beberapa video. UAS terlihat duduk di antara Akhyar-Salman sambil menyampaikan dukungannya terhadap paslon jagoan Demokrat-PKS ini.

"Sehebat-hebatnya, sehiruk-pikuknya kampanye sekarang tidak bisa di tanah lapang, tidak bisa di stadion. Maka tim Akhyar-Salman mesti ketuk pintu ke pintu, mesti bisa mempengaruhi orang sampai tanggal 9 Desember, mesti mencoblos nomor 1," kata UAS dalam video itu seperti dilansir laman detik.com, Senin 30 November 2020.

UAS mengatakan kampanye dari pintu ke pintu merupakan hal yang berat. Dia mengatakan Akhyar-Salman akan memberikan pertolongan kepada kaum duafa dan fakir miskin jika menang Pilkada Medan.

"Kalau menang pasangan ini, ditolongnyalah duafa, fakir miskin, anak yatim, ditolongnya masjid, ditolongnya hamba-hamba Allah," ucap UAS.

Dia berpesan agar masyarakat tidak mengambil uang yang diberikan calon menjelang Pilkada. Menurutnya, politik uang bakal memicu korupsi jika calon kepala daerah itu terpilih.

"Kalau belum duduk saja sudah main duit haram, maka kalau duduk nanti habislah duit APBD Medan itu untuk membalikkan modal," jelasnya.

Dalam video lainnya, UAS bersama Akhyar dan Salman terlihat saling berpegangan tangan. UAS mengajak masyarakat memilih pasangan Akhyar-Salman pada Pilkada Medan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Medan, seluruh jamaah, supaya memilih pasangan AMAN. Bapak Akhyar Nasution dan Ustaz Salman untuk menjadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan 2021-2024. Jangan lupa tanggal 9 Desember, Rabu pagi, pilih pasangan AMAN nomor 1," tutur UAS.

Dituding Pakai Politik Identitas

Kubu Bobby Nasution menuding pihak Akhyar-Salman menggunakan politik identitas dengan menggandeng UAS. Hal ini, menurut kubu Bobby, tak sehat untuk demokrasi.

"Ya memang kan penggunaan strategi yang mereka lakukan menggunakan politik identitas," kata Jubir Timses Bobby-Aulia, Sugiat Santoso.

"Tapi kan itu tidak menyehatkan demokrasi, persoalan yang konkret terhadap masyarakat tidak pernah mereka bahas serius. Bagaimana Akhyar gagal menangani banjir, bagaimana Akhyar gagal menangani sampah," sambungnya.

Dia menilai ada yang aneh jika Akhyar menggunakan politik identitas di Pilkada Medan. Menurutnya, Akhyar selama ini tidak pernah terlibat kegiatan keagamaan kelompok UAS.

"Misalkan soal penggusuran masjid, di mana Akhyar saat itu. Misalkan dalam konteks 212, di mana posisi Akhyar saat itu," tutur Sugiat.

Meski demikian, dia tetap menghormati UAS. Menurutnya, UAS punya hak mendukung siapapun di Pilkada Medan.

"Itu hak UAS lah untuk menyatakan dukungan ke siapapun. Tapi itu tidak terlalu berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Kota Medan. Masyarakat kota Medan kan dari kunjungan kita program pembangunan yang konkret-konkret, masalah banjir, sampah," jelasnya.

Diangggap Bisa Bikin Pemilih Tak Rasional

Kampanye UAS mendukung Akhyar-Salman dinilai bisa membuat warga tak lagi rasional dalam memilih. Hal tersebut dianggap membuat suasana politik menjadi tidak sehat.

Rasionalitas pemilih itu akhirnya diaduk-aduk sehingga masyarakat dibawa menuju politik yang tidak sehat sehingga masyarakat kecenderungan tidak rasional," ujar Akademisi Ilmu Politik USU, Indra Fauzah PhD.

UAS, menurut Indra, digandeng demi menarik simpati ibu-ibu pengajian hingga umat Islam di Medan. Dia menyebut kampanye yang melibatkan UAS hanya berpengaruh pada segmen masyarakat tertentu.

"Jadi kalau kita tarik di Pilgubsu 2018, Pemilu 2019 kan ada segmen-segmennya. Yang disasar sebenarnya kan masyarakat Islam misalkan, ibu-ibu pengajian dan sebagainya, jadi itu segmen yang disasar dari narasi yang digunakan," tuturnya. ***

Komentar

Loading...