Gara-gara Habis Bensin, Seluruh Pembalap Formula 4 Gagal Finis

Gara-gara Habis Bensin, Seluruh Pembalap Formula 4 Gagal Finis
Balapan Formula 4 | FIA

"Saya baru menyaksikan balapan pertama dalam hidup saya ketika tak ada satu pun mobil yang dapat menyelesaikan balapan," tulis Sainz.

KBA.ONE - Kejadian unik terjadi di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu, 30 September 2017. Seluruh pembalap FIA Formula 4 South East Asia atau F4/SEA gagal menuntaskan balapan ketiga karena kehabisan bahan bakar.

Awalnya, balapan delapan putaran ini berlangsung normal dan tak ada insiden yang menonjol. Namun, pada pengujung balapan, satu per satu mobil mulai berhenti karena kehabisan bensin.

Pemenang balapan sebelumnya, pembalap tim Double R Racing Daniel Cao dari China menjadi salah satu driver yang mengalaminya. Setelah itu, tiga pembalap lain juga terhenti pada putaran keenam. Memasuki putaran ketujuh, tiga pembalap lain juga gagal melanjutkan balapan.

Penyelenggara balapan akhirnya mengeluarkan safety car karena ada beberapa mobil yang terdampar di area berbahaya di sirkuit. Pada putaran terakhir, hanya Kane Shepherd yang masih bertahan. Dia berada di belakang iring-iringan safety car.

Meski demikian, mobilnya juga mulai bergerak lambat dan akhirnya kehabisan bahan bakar ketika memasuki tikungan dua. Shepherd kemudian dinyatakan sebagai pemenang balapan provisional setelah menuntaskan tujuh putaran.

Masalah kehabisan bahan bakar diyakini terjadi karena miskalkulasi jumlah bensin yang dibutuhkan untuk menyelesaikan balapan kedua dan ketiga. Pengisian bahan bakar dilakukan di antara kedua balapan tersebut.

Insiden ini turut menyita perhatian pembalap F1 dari tim Scuderia Toro Rosso, Carlos Sainz Jr. Ia mengekspresikan keheranannya melalui media sosial Twitter. "Saya baru menyaksikan balapan pertama dalam hidup saya ketika tak ada satu pun mobil yang dapat menyelesaikan balapan," tulis Sainz.

Balapan F4/SEA ini digelar sebelum sesi latihan ketiga Formula 1 yang berlangsung pukul 13.00 WIB. Sebelumnya, balapan satu dan dua pada seri pertama digelar sejak 14 hingga 17 September di Sirkuit Marina Bay, Singapura.

Pada musim 2017-2018 ini, dua seri F4/SEA digelar sebagai balapan pendukung Formula 1. Marina Bay misalnya, selain menjadi tuan rumah seri pembuka F4/SEA, di sirkuit jalan raya tersebut juga digelar Grand Prix Singapura pada pekan yang sama.

Sementara Sirkuit Sepang, hanya berselang dua pekan dari seri Singapura, akan menggelar seri kedua. Seperti seri pertama, seri ini juga menjadi balapan pendukung F1.

Dalam jadwal yang dirilis awal September ini, F4/SEA masih terdiri dari enam seri balapan. Kejuaraan F4 SEA diselenggarakan Asian Autosport Action yang sejak 1996 di bawah bendera Meritus GP telah membina tujuh pembalap menuju kesuksesan. Termasuk mantan pembalap F1 Rio Haryanto dari Indonesia, Narain Karthikeyan dari India, dan Takuma Sato yang tahun ini menjadi pemenang pertama Indianapolis 500 dari Jepang.

Dalam 20 tahun terakhir, tim di belakang F4 SEA telah melatih dan mengembangkan ekosistem balap mobil untuk menciptakan dan merekrut tenaga kerja berketerampilan tinggi dan mempromosikan kewirausahaan. Menyusul hadirnya Formula 1, ekosistem olahraga ini terus tumbuh, dimulai dengan Kejuaraan F4 SEA sebagai langkah pertama menuju Formula 1 di Asia.

Komentar

Loading...